CILACAP – Ambisi PSIS segera mendapatkan tiket babak 8 Besar kompetisi Divisi Utama 2014 sementara tertahan. Adalah PSCS yang menghambat laju skuad Mahesa Jenar. Tim berjuluk Laskar Nusakambangan berhasil mengalahkan PSIS 3-1 sekaligus menodai rekor selalu menang PSIS di babak 16 Besar ini.

Duel dua tim wakil Jateng di Grup J yang berlangsung di Stadion Wijaya Kusuma Cilacap tadi malam berlangsung panas. PSCS yang sangat berambisi meraih poin penuh untuk mengamankan kans lolos babak 8 Besar, tampil ngotot di bawah dukungan ribuan penonton. Sementara, tadi malam tampil tegang dan kehilangan determinasi. Serangan-serangan PSIS mudah diantisipasi pemain belakang PSCS. Tekanan tinggi dari publik tuan rumah juga sempat membuat anak-anak PSIS tidak bisa bermain lepas di awal laga.

Petaka bagi PSIS berawal dari bola krosing dari sisi kiri pertahanan PSIS di menit ke 10, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh striker Taryono. Tak lama, di menit ke 15 PSCS menggandakan keunggulan melalui kaki striker lain Roberto Kwateh yang berhasil memanfaatkan misskomunikasi barisan bertahan tim Mahesa Jenar.

Tertinggal 0-2, PSIS mencoba menambah daya dobrak mereka sekaligus untuk memperkecil ketertinggalan. Bomber asal Argentina, Julio Alcorse yang dalam laga kemarin tidak turun sebagai starter dimasukkan untuk menggantikan peran Fadli Manna.

Strategi memasukkan Alcorse itu terbukti berhasil. Di penghujung babak pertama tepatnya menit ke 43, gelandang Andi Rohmad yang lepas dari pengawalan sukses memperkecil ketertinggalan PSIS menjadi 2-1 melalui tembakan keras ke gawang Ega Rizky. Skor 2-1 untuk PSCS bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tensi pertandingan belum berubah. PSIS yang masih ingin memperkecil ketertinggalan mencoba memasukkan beberapa pemain pilar seperti Ronald Fagundez untuk menambah daya dobrak.

Masuknya Fagundez sebenarnya sempat membuat PSIS mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun sayang, justru tuan rumah kembali memperlebar jarak keunggulan mereka menjadi 3-1. Kali ini melalui kaki Andesi Setyo Prabowo di menit ke 63.

Alih-alih ingin memperkecil ketertinggalan, di menit ke 69 PSIS justru harus tampil dengan 10 pemain setelah center bek mereka Anam Syahrul diganjar kartu kuning kedua dan akhirnya harus diusir wasit dengan kartu merah.

Keputusan wasit tersebut praktis membuat kubu PSIS melancarkan protes keras hingga pertandingan sempat terhenti beberapa menit sebelum akhirnya Fauzan Fajri dkk memutuskan untuk kembali melanjutkan laga.

Tampil dengan 10 pemain tentu semakin membuat PSIS harus bekerja ekstra keras lagi untuk memperkecil ketertinggalan. Beberapa peluang mampu diciptakan PSIS meski akhirnya skor kemenangan 3-1 tuan rumah PSCS Cliacap bertahan hingga laga usai. “Di pertandinagn ini kita kehilangan dua pemain sayap yaitu Welly Siagian dan Taufik Hidayat yang terbukti sangat berpengaruh. Tapi apapun anak-anak sudah berusaha keras untuk meraih hasil yang maksimal. Kita masih punya dua pertandingan yang bisa kita manfaatkan menambah poin menuju babak 8 Besar,” terang pelatih PSIS, Eko Riyadi usai laga.

Sementara juru ramu PSCS, Gatot Barnowo ditemui di tempat yang sama kemarin mengatakan anak-anak asuhnya sukses melepaskan tekanan psikis mereka sehingga petang kemarin Taryono dkk mampu tampil lepas di hadapan publik mereka. “Kita selama ini berada di bawah bayang-bayang PSIS karena nama besar mereka. Terbukti ketika kita mampu tampil lepas anak-anak bisa mendapatkan poin penuh atas PSIS,” terang Gatot Barnowo. (bas/smu)