KENDAL—Sedikitnya tiga orang gila berhasil ditangkap petugas gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kendal dan Satpol PP dalam razia terhadap penyandang masalah sosial, Rabu (20/08) kemarin. Sementara pengamen, gelandangan dan orang terlantara (PGOT) masih dibiarkan petugas.
”Razia kali ini memang untuk menertibkan orang dengan gangguan kejiwaaan atau skizofrenia yang berkeliaran di sepanjang jalur Pantura Kendal,” kata Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Kasi Yanresos) Dinsos Kendal, Sukamto, kemarin.
Razia tersebut dimulai dari wilayah barat Weleri, Kangkung, Cepiring, Patebon, Kendal, Brangsong, Kaliwungu hingga Boja. “Orang dengan gangguan kejiwaan telah meresahkan masyarakat. Sebab keberadaannya di tempat ramai, membuat pengusaha toko dan warga ketakutan dan terganggu kenyamanan serta keamanannya,” ujarnya.
Karena itulah, ketiga orang gila yang berhasil ditangkap kemarin langsung dibawa ke Panti Sosial Ngudi Rahayu, Boja. “Sedikitnya orang gila yang terjaring, lantaran pada Juni lalu telah dilakukan razia yang sama. Kala itu, petugas berhasil mengamankan 17 orang gila yang juga dibawa ke Panti Sosial Ngudi Raharjo,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Kasmungin, 40, mengeluhkan razia yang dinilainya dilakukan setengah hati. Menurutnya, PGOT seharusnya turut diangkut agar tidak mengganggu masyarakat. “Jangan hanya orang gila, tapi pengemis juga mengganggu. Sebab hampir setiap hari, banyak pengemis berkeliaran,” keluhnya.
Dalam pantauan Koran ini, selama razia dilakukan memang banyak PGOT, namun dibiarkan oleh petugas. Kendati ada pemuda gelandangan yang sedang beristirahat di sebuah Pos Kamling di Pantura Cepiring. Bahkan, petugas gabungan sempat menemukan senjata tajam berupa pisau yang dibawa gelandangan tersebut. Namun petugas tidak mengamankan atau mengangkut ke mobil patroli Satpol PP, tapi dibiarkan berkeliaran. (bud/ida)