Raskin Berkutu Dikembalikan Warga

107

PEKALONGAN-Sejumlah warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Rabu (20/8) siang kemarin, terpaksa mengembalikan beras untuk warga miskin (Raskin). Warga kecewa dengan kondisi beras yang sudah berkutu dan berbau apek.
Warga semula tidak mengira bahwa beras jatah bulan Agustus yang diterima kondisinya jelek. Karena dari 156 kantong beras yang dibagikan, semuanya tidak dalam kondisi jelek. Namun, karena beras yang diterima berwarna kuning dan berkutu, maka beras tersebut dikembalikan.
Ngatini, 48, warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, mengungkapkan bahwa dari 15 kilogram beras yang diterimanya, sebagian besar berwarna kuning dan berkutu. Bahkan, ketika beras itu dimasak, kondisi nasi menjadi kuning dan tidak layak konsumsi. “Terpaksa saya kembalikan ke kantor kelurahan dan minta diganti dengan kondisi beras yang bagus,” ungkap Ngatini.
Ngatini juga berkata, selama 6 bulan terakhir, baru kali ini kondisi beras raskin yang diterima kondisinya jelek. Meski begitu, dirinya bermaksud mencampur beras raskin dengan beras berkualitas bagus, agar bisa dikonsumsi.
“Biasanya beras raskin saya campur dengan beras IR 64 super. Tapi raskin kali ini, ketika dicampur dengan IR 64, masih saja tidak layak untuk dikonsumsi. Rasanya agak basi, padahal baru saja dimasak,” kata ibu 4 anak ini.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Wiradesa, Toni Eka Rianto, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan warga, jika ada raskin yang berkutu tersebut. Menurutnya, tidak semua beras yang dikirim di Klurahan Tirto tersebut berkutu, karena dari hasil pemeriksaan yag dilakukan oleh Bulog, hanya ada dua karung beras yang kondisinya berkutu. “Beras yang kondisinya kurang bagus tersebut, langsung kami ganti dengan beras yang lebih baik.” Kata Toni.

Toni Eka juga menandaskan bahwa jika masyarakat penerima beras miskin yang berkualitas jelek harus meneliti terlebih dahulu. Apabila ditemukan kutu atau sejenisnya, bisa segera melapor. Dengan begitu, bisa segera diganti yang baru.
“Setiap ada laporan raskin jelek, kami akan mendatanginya. Jika terbukti jelek, langsung kami ganti. Kami harap masyarakat bisa menelitinya terlebih dahulu,” tandas Toni Eka. (thd/ida)