Semen Indonesia Lengkapi Fasilitas Bongkar Batubara

152

PERESMIAN Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto (Paling kanan) beserta Komisaris Utama Semen Tonasa, Ketua DPRD Pangkep, Direktur Utama Semen Tonasa, Wakil Bupati Pangkep menekan tombol fasilitas coal unloading system di Pelabuhan Biringkasi Tonasa.
Di Pelabuhan Khusus Biringkassi Tonasa

PANGKEP–PT Semen Tonasa salah satu anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meresmikan fasilitas pembongkaran batubara (coal unloading system) dan open yard storage di Pelabuhan Khusus Biringkassi, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Fasilitas tersebut dibangun secara swakelola dengan investasi Rp 230 miliar yang berasal dari dana internal perusahaan.
“Sistem pembongkaran batubara dan open yard storage ini, dibangun di area Biringkassi dengan desain kapasitas pembongkaran mencapai 1000 ton/jam. Pembangunan fisik di mulai pada kuartal kedua tahun 2010 dan selesai pada kuartal kedua tahun 2014 atau sekitar 50 bulan,” jelas Dirut Semen Indonesia, Dwi Soetjipto di sela-sela peresmian fasilitas coal unloading system, kemarin.
Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa sistem ini dibangun sebagai solusi terhadap pemenuhan kebutuhan batubara yang meningkat seiring dengan beroperasinya pabrik Tonasa unit V dan power plant baru. Menurutnya, kebutuhan bahan bakar batubara meningkat cukup signifikan hingga 100 persen dari 1 juta ton pertahun menjadi lebih dari 2,04 juta ton pertahun atau 5.675 ton/hari.
Sebelum ada fasilitas baru coal unloading system, katanya, pembongkaran batubara dilakukan dengan alat berat excavator yang jumlahnya disesuaikan dengan besarnya kapal yang sandar. Dengan kapasitas tongkang yang bersandar rata-rata adalah 8.000 ton, jumlah peralatan bongkar (excavator) yang digunakan rata-rata 3 unit per kapal. “Sehingga perhitungan rata-rata pembongkaran di dermaga 2 hanya mampu melayani pembongkaran sebanyak 1,4 juta ton pertahun atau 2.778 ton/hari,” tuturnya. ( */tya/ida)