BENDAN – Sebuah Perguruan Tinggi (PT) jangan hanya memikirkan masalah akademis saja, tapi harus memiliki inovasi jika ingin berkembang. Sebab inovasi merupakan napas utama PT.

Hal tersebut diungkapkan Rektor IKIP Veteran (I-vet) Semarang Bambang Triono saat ditemui di sela-sela Halalbihalal Keluarga besar civitas akademika I-Vet, Senin (11/8). Dia mengatakan, persoalan kewirausahaan yang mutlak perlu dilakukan PT di Indonesia. Perguruan Tinggi yang dipimpinnya segera menerapkan model pendidikan yang berbeda dengan PT lainnya, namun tidak keluar dari koridor Dikti. ”Kalau hanya memikirkan soal akademis murni seperti paradigma perguruan tinggi masa lalu maka perguruan tinggi tersebut akan mati. PT sekarang harus mengalami perubahan dan kembali ke fitrah sebagai lembaga pendidikan yang betul-betul inovatif dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Bambang, sembari menambahkan pentingnya PT secara alamiah harus bisa mengikuti perkembangan zaman.

Ketua Yayasan IKIP Veteran Semarang Ali Mahfud menyatakan ke depan tantangan PT semakin kompleks sehingga PT dituntut selalu memperbaiki diri terus-menerus. Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi sejenis IKIP harus bisa mencetak manusia Indonesia hebat di masa mendatang. ”PT harus pandai mengenalkan dan menjual produknya ke semua lapisan masyarakat. Dan PT harus selalu senantiasa evaluasi diri bila ada gejala kurang diminati masyarakat,” ujar Ali.

Acara Syawalan tersebut dihadiri lengkap dari pejabat struktural Rektor Bambang Triono, Wakil Rektor I Fuad Abdillah, Wakil Rektor II Agus Sri Suhono, Wakil Rektor III H Tri Yanto. Unsur yayasan dihadiri Ketua Pembina Yayasan H Ali Rosyad dan ketua yayasan Ali Mahfudz, para kepala biro dan lembaga di lingkungan IKIP Veteran Semarang. Acara ditutup dengan tausiah KH M Ali Noorchan dari Ponpes Al Islah Semarang. (mg1/zal/ce1)