Kodam Awasi Solo dan Kebumen

124

DEMAK-TNI akan terus memantau wilayah Solo dan pinggiran Kebumen. Pasalnya, di Solo gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Islamic State (IS) telah dideklarasikan. Pun, di Kebumen gerakan ini terindikasi ada di daerah pinggiran. Semua elemen masyarakat harus turut membendung paham radikal tersebut.
“ISIS tidak boleh berkembang. TNI, polisi, pemerintah daerah terus bergerak bersama untuk melakukan pencegahan. Paham terbaik untuk Indonesia adalah Pancasila demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, tidak mungkin di Indonesia yang beragam ini hanya satu paham saja,” kata Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Sunindiyo, di sela mengunjungi Kodim 0716 Demak, kemarin.
Pangdam disambut Kasdim Mayor Inf M Darojad, Bupati Dachirin Said, Wabup Harwanto, Kajari Demak Nur Asiyah SH dan unsur muspida lainnya. Pangdam menambahkan, motif adanya paham radikal semacam ISIS tersebut di antaranya karena faktor ekonomi. Karena itu, pihaknya setuju bila warga negara Indonesia (WNI) yang nekat bergabung dengan ISIS dicabut kewarganegaraannya.
“Kami berharap, di wilayah Jateng ini tidak ada lagi ISIS. Kalau masih ada, berarti tidak kerja. Karenanya kita bekerja keras untuk mengikis gerakan tersebut dengan sosialisasi ke masyarakat secara intensif. Kita semua berupaya keras untuk jaga kemananan ini,” ujarnya.
Sementara itu, saat di Demak, Pangdam Sunindiyo menyempatkan menebar ribuan bibit ikan di Sungai Tuntang Lama Kota Demak, tepatnya yang berada di depan Makodim. Ikan-ikan ini diharapkan bisa tumbuh besar demi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Pangdam juga bekerja keras untuk turut menurunkan buta huruf. “17 Agustus nanti kita canangkan bebas buta huruf dan berharap tidak ada lagi buta huruf di wilayah Kodam IV Diponegoro,” katanya. (hib/ida)