Ekspor Non Migas Jateng Turun

109

SEMARANG–Ekspor Jawa Tengah memasuki pertengahan tahun ini mengalami penurunan, bila dibandingkan dengan bulan Mei lalu. Yaitu dari 514, 63 juta dolar di bulan Mei, turun menjadi 512,63 juta dolar pada Juni.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari mengatakan penurunan sebesar 1,99 juta dolar pada bulan Juni ini disebabkan oleh penurunan ekspor komoditas non migas sebesar 0,78 persen.
“Beda halnya dengan ekspor migas yang naik 4,49 persen. Di awal pertengahan tahun ini, ekspor non migas justru turun sebanyak 472,92 juta dolar atau sebesar 0,78 persen,” ujarnya, kemarin (10/8).
Penurunan ekspor non migas ini sangat berpengaruh, karena beberapa di antaranya masuk dalam kelompok komoditas utama. Yaitu tekstil dan barang tekstil yang menyumbang 26,84 persen, kemudian kayu dan barang dari kayu sebesar 18,23 persen dan bermacam barang hasil pabrik sebesar 12,28 persen.
Sedangkan untuk negara pangsa pasar utama ekspor Jateng masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Yaitu Amerika Serikat sebesar 105,56 juta dolar, kemudian Tiongkok sebesar 72,31 juta dolar dan Jepang sebesar 46,63 juta dolar.
“Dari sepuluh negara tujuan utama ekspor, enam di antaranya mengalami penurunan nilai ekspor. Penurunan terbesar adalah ekspor ke negara Singapura. Sedangkan kenaikan tertinggi ada di negara Malaysia,” ujarnya.
Kendati pada bulan Juni mengalami penurunan bila dibanding Mei, namun bila dibandingkan dengan tahun lalu, ekspor bulan Juni tahun ini justru mengalami peningkatan sebesar 42,54 dolar atau sebsar 9,05 persen.
“Kumulatif ekspor Jateng pada Januari–Juni 2014 juga mengalami peningkatan bila dibandingkan kumulatif Januari-Juni tahun lalu. Yaitu meningkat dari 2.631,98 juta dolar menjadi 2.945,89 juta dolar atau sebesar 11,93 persen,” ujarnya. (dna/ida)