GUBERNURAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendesak 10 oknum polisi yang ditangkap Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng karena dugaan melakukan pungutan liar (pungli) di jembatan Comal, Kabupaten Pemalang ditindak dengan tegas.
Menurutnya proses hukum dianggap bisa menimbulkan efek jera, selain sanksi disiplin maupun kode etik yang harus mereka terima di lingkup internal kepolisian. Oknum-oknum polisi yang diduga melakukan pungli itu ditangkap pada Sabtu (9/8) dini hari. ”Ada 2 polisi yang sampai nangis-nangis. Saya minta itu diambil tindakan hukum, jangan dilepas. Juga dikembangkan terus,” ungkapnya.
Dia juga berharap di daerah-daerah lain agar tidak terjadi pungli. Peringatan itu juga ditujukan ke kalangan pemerintahan, tak terkecuali Dinas Perhubungan (Dinhub). ”Bukan hanya sanksi tegas, tapi teges. Kalau ada yang terlibat dan terbukti, siap-siap dibeleh (dipotong),” ucapnya.
Penangkapan oknum polisi itu, diklaim Ganjar merupakan kerja sama pihaknya dengan kepolisian. ”Itu kerja sama kami dan polisi. Banyak laporan dari masyarakat masuk ke saya, kemudian saya teruskan ke kepolisian, dan kepolisian langsung merespons,” lanjutnya.
Namun, yang tak kalah penting, kata dia, adalah bagaimana mengantisipasi angkutan barang ataupun kendaraan besar lainnya dengan tonase di atas 10 ton. Pasalnya, perbaikan yang sedang dilakukan ditarget baru selesai 8 Oktober mendatang di tahap pertama.
Terkait ditangkapnya 10 oknum polisi yang diduga melakukan pungli, Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengungkapkan tindakan itu tidak bisa ditolelir. ”Jika ditangkap provos, berarti sistem berjalan terus. Itu tindakan konyol. Jangan memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan pungli,” paparnya.
Sementara itu mencuatnya dugaan kasus pungli di jembatan Comal, Kabupaten Pemalang, yang dilakukan oleh 10 oknum Satlantas Polres Pemalang membuat Polda Jateng tidak tinggal diam. Guna merespons aksi tersebut, Polda Jateng mengirimkan personelnya untuk mem-back up pengamanan dan pengaturan di kawasan tersebut. ”Dirlantas sudah saya minta turun untuk melakukan pemantauan di jembatan Comal. Personel dari Polda juga akan kami turunkan, sebab tugas di sana berat,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Noer Ali, Senin (11/8).
Selain mengirim personel untuk mem-back up, Kapolda juga meminta kepada jajaran Polres Pemalang untuk berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan dan TNI. Langkah tersebut ditempuh guna mengantisipasi kejadian serupa terulang lagi. ”Kapolres juga sudah kami ingatkan untuk berkoordinasi dengan Dishub dan TNI, serta menata ulang sistem pengamanan di sana,” ungkapnya.
Sementara itu terkait hukuman yang akan diberikan kepada 10 oknum tersebut, Kapolda akan melihat dulu hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung. Hingga saat ini pemeriksaan intensif masih dilakukan untuk mengetahui alur kasus tersebut. Meski demikian, Kapolda akan menindak tegas setiap anggota yang melakukan pelanggaran. Sebab, polisi seharusnya membantu kelancaran dan pengamanan terhadap pelanggaran, bukan melakukan pelanggaran. ”Masih diperiksa, kita tunggu hasilnya nanti. Ada asas praduga tak bersalah, walau fakta awal seperti itu. Yang jelas pasti kami tindak tegas,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, sepuluh oknum anggota Satlantas Polres Pemalang ditangkap atas dugaan kasus pungli bagi kendaraan bertonase lebih dari 10 ton yang melintas di jembatan Comal. Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan Propam dan Provos Polda Jateng, Sabtu (9/8) lalu, sekitar pukul 00.30. (ric/har/jpnn/ce1)