Anggarkan Rp 1,993 M di PON Remaja

168

SEMARANG – Kadinas Pemuda dan Olahraga Jateng Budi Santoso mengungkapkan, meskipun saat ini PON Remaja I di Jatim, 6-12 Desember 2014 masih mengambang, namun Jateng siap menyertakan atletnya menghadapi even tersebut.
Jateng menyiapkan kontingen berjumlah 225 orang, 175 diantaranya atlet yang akan berlaga pada ajang yang mempertandingkan 15 cabang olahraga tersebut. ”Pada satu sisi kami menunggu informasi penyelenggaraan dari PB PON Remaja, di sisi lain kami juga menyiapkan atlet. Jumlah kontingen Jateng 225 orang, terdiri atas atlet dan ofisial. Karena peserta ada batasan usia di bawah 17 tahun, 80 persen atlet yang dikirim berstatus atlet PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar,” kata Budi.
Menurut Budi, pelaksanaan PON Remaja yang akan berlangsung di tiga kota yaitu Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, hingga saat ini belum jelas. Pasalnya, agenda babak kualifikasi, mulai jadwal, lokasi dan jumlah nomor yang dipertandingkan belum diberikan oleh PB PON Remaja. Padahal informasi tersebut sangat penting bagi provinsi peserta.
Ditambahkan dia, materi Jateng di PON Remaja, memang mayoritas berasal dari atlet PPLP yang dikelola Dinpora Jateng. Mereka selama ini diasramakan dan terlatih secara berkesinambungan di kompleks Gelora Jatidiri Semarang. Dengan demikian, kapan pun digelar PON Remaja, mereka sangat siap.
Soal atlet PON Remaja dari cabang non-PPLP, Budi mengakui untuk pemberian fasilitas menghadapi even tersebut memang ada perbedaan. Atlet PPLP sudah lebih dulu diasramakan dan mendapatkan program latihan yang intensif. Sedangkan atlet non-PPLP mendapatkan tempaan dan kebutuhannya dipenuhi oleh pengprov atau pengkab/pengkot masing-masing. ”Namun ketika menjadi kontingen Jateng nantinya, tak ada dikotomi. Semua diperlakukan sama. Untuk persiapannya, kami selalu berkoordinasi dengan KONI Jateng,” ujarnya.
Terkait anggaran PON Remaja, bersumber dari anggaran Dinpora sebesar Rp 1.993.444 miliar. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan KONI, bahwa anggaran pada even ini tak melalui KONI yang bersumber dari APBD. ”Ada kesepakatan bersama, bahwa dana olahraga yang melalui KONI hanya untuk cabang-cabang prestasi yang diproyeksikan untuk PON,” tambahnya.
Budi berharap, persiapan Jateng menghadapi PON Remaja berjalan mulus. Demikian juga pihaknya segera mendapatkan kepastian dari PB PON Remaja mengenai kejelasan penyelenggaraan. ”Kalau sampai batal, justru kami yang repot. Anggaran yang kami kelola untuk PON Remaja bisa muspra,” pungkasnya. (bas/ric)