3 Komplotan Perampok Bersajam Ditangkap

101

BARUSARI – Komitmen Polrestabes Semarang untuk memerangi pelaku perampasan bersajam patut diacungi jempol. Enam pelaku yang meresahkan masyarakat berhasil diringkus jajaran Reskrim Polsek se-Polrestabes Semarang. Mereka cukup sadis, karena tidak segan membacok korbannya.
Enam pelaku ini berasal dari 3 kelompok berbeda. Namun modusnya sama, mereka membekali sajam dan beraksi di tengah kegelapan malam. Untuk menambah keberanian, pelaku mengkonsumsi miras serta pil trihex. Selain merampas pelaku juga menjambret, dan mencuri.
Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, enam tersangka merupakan kelompok berbeda. Mereka kerap beraksi dan membacok calon korbannya. ”Mereka ini yang meresahkan masyarakat. Ditangkap di tempat terpisah,” katanya.
Djihartono menambahkan, sebelum beraksi, pelaku biasa menenggak miras atau pil trihex. Untuk mengantisipasi, anggota terus berpatroli di sejumlah titik rawan. ”Sekarang perampas bersajam menjadi target. Karena ulahnya sangat meresahkan,” tambahnya.
Pelaku adalah Imam Jalaludin, 18, warga Karangtengah, Demak; Marwan Prasetyo, 20, warga Semarang Utara; Nur Cholis, 28, warga Bergas, Kabupaten Semarang; Budi Santoso, 22, warga Bergas, Kabupaten Semarang. Kemudian Dedi, 18, warga Semarang Utara. ”Baru delapan kali merampas dengan teman,” kata Marwan.
Terakhir ia mengaku beraksi di Jalan Darat Lasimin, Dadapsari, Semarang Utara, Minggu (10/8) dini hari. Keduanya tepergok membawa sajam di tengah kegelapan malam. Petugas yang curiga akhirnya berhasil membekuknya. Meski sempat terjadi adu jotos dan pelaku nyaris membacok petugas. ”Bawa empat sajam, buat jaga-jaga saja. Belum pernah membacok korban. Biasanya dapat ponsel dan uang,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto menegaskan akan menindak tegas pelaku perampasan bersajam. Pihaknya menginstruksikan untuk terus berpatroli dan meningkatkan pengamanan. Terutama di sejumlah titik rawan. ”Pasti akan kami tindak tegas, jika melawan langsung ditembak,” katanya. Para pelaku masih mendekam di balik jeruji besi. Mereka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (fth/ric/ce1)