SEMARANG SELATAN – Beasiswa Presiden Republik Indonesia kembali dibuka untuk gelombang kedua. Beasiswa yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini akan memberangkatkan 150 putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat S2 dan S3 di universitas terbaik dunia.

Staf Khusus Kepresidenan Bidang Informasi, Aditya Wira Respati mengatakan, beasiswa tersebut ditujukan agar menciptakan generasi bangsa menuju Indonesia 2045. Meningkatnya angka usia produktif pada tahun tersebut, kata Aditya, mengharuskan kualitas SDM lebih baik sehingga mampu bersaing. ”Selain itu juga diharapkan memiliki karakter kemampuan dan kapasitas untuk membangun negeri ini. Agar SDM masyarakat menjadi luar biasa,” ujar Aditya pada Sosialisasi Beasiswa bernama Indonesian Presidential Scholarship (IPS) ini di Hotel Holiday In Semarang, Kamis (7/8).

Terkait alokasi dana yang dipersiapkan oleh pemerintah, masing-masing penerima beasiswa akan memperoleh dana hingga Rp 1 miliar. Namun, lanjut Aditya, pendanaan tersebut akan diberhentikan oleh pemerintah jika penerima beasiswa tidak dapat menyelesaikan tenggang waktu kuliahnya seperti yang ditentukan. ”Untuk jenjang magister yaitu 2 tahun dan untuk doktor yaitu 4 tahun. Jika tidak tepat waktu maka akan distop. Dan apabila sudah lulus namun tidak kembali ke tanah air, maka yang bersangkutan akan dikenakan penalti,” ujarnya. Namun, untuk masalah penalti tersebut, menurut Aditya, masih dalam kajian.

Kepala Divisi Evaluasi Dana Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan LPDP, Diki Candra Setiawan mengatakan, pendaftaran gelombang kedua telah dibuka pada 23 Juli 2014. ”Terakhir pendaftaran tanggal 17 Agustus 2014 pukul 10.00 WIB,” kata Diki.

Diki menjelaskan, persyaratan yang harus dilampirkan oleh pendaftar secara umum antara lain adalah Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki riwayat kepemimpinan dan prestasi di bidangnya masing-masing dan mendapat rekomendasi dari tokoh atau pakar di bidangnya atau pimpinan di unit kerjanya.

Selain itu, lanjutnya, pendaftar juga wajib membuat esai tentang rencana karir dan pengabdian pascastudi. Kemudian mendapat Letter of Acceptance (LoA) dari kampus yang direferensikan LPDP, kemampuan bahasa asing dengan ditunjukkan nilai TOEFL atau IELTS. Sedangkan usia maksimum untuk pendaftar S2 yakni 40 tahun dan S3 maksimal 45 tahun.

Dia mengatakan, semua kebutuhan hidup dan kuliah selama masa studi akan diberikan sepenuhnya kepada penerima Beasiswa Presiden Republik Indonesia ini. ”Komponen pembiayaan pendidikan meliputi, pendaftaran, biaya tesis atau disertasi, SPP, seminar, publikasi, wisuda dan lain-lain,” ujar Diki.

Dikatakan, hanya sebanyak 150 orang akan dipilih untuk mendapatkan beasiswa tersebut, dengan estimasi peserta, sebanyak 100 untuk masyarakat sipil, dan sebanyak 50 berasal dari TNI dan Polri. Adapun fokus yang ditawarkan program beasiswa meliputi bidang pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata, telematika, pengembangan strategis. Sedangkan untuk TNI dan Polri difokuskan pada strategi dan taktik, ekonomi militer, logistik militer, teknologi militer, hubungan internasional, dan manajemen pertahanan.

Sedangkan untuk biaya pendukung, lanjut Diki, seperti transportasi pulang pergi dari Indonesia ke universitas luar negeri tempat studi, asuransi, visa, tunjangan hidup, tunjungan keluarga dan lain-lain juga di-cover oleh semuanya. Informasi selengkapnya mengenai prosedur lamaran untuk mengikuti seleksi program beasiswa ini bisa mengunjungi www.lpdp.kemenkeu.go.id. (mg1/zal/ce1)