KENDAL—Seorang pemudik yang melakukan perjalanan arus balik menggunakan bus, tewas di jalur Pantura Kendal. Korban diketahui bernama Mahrosi, 42, warga Kampung Pondok Sambi RT 06 RW 13 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng Jakarta Utara. Diduga meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya.
Peristiwa itu terjadi, Kamis (7/8) dini hari. Yakni Mahrosi diketahui sedang menempuh perjalanan balik ke Jakarta bersama istrinya, Martini, 40. Keduanya menggunakan bus Perusahaan Otobus (PO) Madukismo bernopol K 1705 DM jurusan Tuban-Jakarta.
Selama perjalanan, Mahrosi mengeluhkan jika kondisinya sedang tidak sehat. Karena itulah, sesampainya di SPBU Weleri, korban meminta izin istrinya untuk ke toilet. Namun, kondisi korban semakin lemah, lantas meminta dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kapolsek Weleri, AKP Haryo Deco Dewo setelah mengeluh, korban kemudian dibawa ke Pos Pengamanan (Pospam) 05 Weleri yang tak jauh letaknya dari SPBU. Setelah diperiksa oleh tim kesehatan, korban dinyatakan kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
“Akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri menggunakan ambulan yang standby di Pospam 05 Bahurekso. Namun, sesampainya di RSI Weleri, korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan tim medis RSI Weleri, lanjut Deco, diduga korban meninggal dunia karena sakit jantung. “Hal itu juga disampaikan oleh istri korban, jika suaminya memang sudah lama mengidap jantung dan paru-paru,” lanjutnya.
Sementara itu, Martini mengatakan bahwa kondisi suaminya mulai melemah dalam perjalanan mudik ke Jakarta tersebut. Beberapa kali, suaminya mengeluhkan tidak enak badan dan dadanya terasa sesak. “Barangkali lelah, akhirnya sakitnya kambuh dalam perjalanan. Saya bawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong,” katanya dengan menangis.
Martini mengaku jika kondisi suaminya saat berangkat masih tampak sehat dan sama sekali tidak mengeluhkan sakit sedikitpun. Namun selama beberapa jam menempuh perjalanan, korban mengeluhkan jika tubuhnya sedang tidak enak. Selanjutnya, mayat korban langsung dibawa menggunakan ambulan ke kampung halamannya untuk dikebumikan.
Peristiwa pemudik yang meninggal dalam perjalanan ini merupakan kali kedua yang terjadi di Jalur Pantura Kendal. Sebelumnya, Sumir, 54, juga mengalami nasib sama saat menempuh perjalanan mudiknya ke kampung halamannya Mageten, Jawa Timur pada 25 Juli lalu menjelang Lebaran Idul Fitri. (bud/ida)
Dikebumikan di Kampung Halaman

Kronologi Kematian Korban Sakit

1. Mahrosi, 42, warga Cengkareng Jakarta Utara, mengawali perjalanan ke Jakarta dalam kondisi sehat.
2. Mahrosi yang didampingi istrinya, Martini, 40, naik bus Madukismo K 1705 DM jurusan Tuban-Jakarta. Saat di dalam bus mulai mengeluh sakit.
3. Sesampainya di SPBU Weleri korban semakin lemah lantas, dibawa ke Pos Pengamanan (Pospam) 05 Weleri. Korban memiliki riwayat sakit jantung.
4. Setelah diperiksa oleh tim kesehatan, korban dinyatakan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan sehingga dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri dengan ambulan. Korban meninggal dunia.

Sumber : Disarikan dari materi berita