Perlengkapan Sekolah Picu Inflasi

122

SEMARANG – Inflasi di Jawa Tengah pada bulan Juli lalu mencapai 0,72 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 113,07. Inflasi tersebut salah satunya dipicu oleh kenaikan biaya perlengkapan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari mengatakan, beberapa kelompok yang mengalami inflasi tinggi di antaranya kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. “Untuk yang tertinggi terjadi pada sub kelompok perlengkapan atau peralatan pendidikan sebesar 1,05 persen. Dengan sub kelompok yang mengikuti yaitu jasa pendidikan sebesar 0,96 persen, selanjutnya kursus dan pelatihan sebesar 0,12 persen,” ujarnya, kemarin (4/8)

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0559 persen, untuk komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi di antaranya kenaikan harga tas sekolah serta kenaikan biaya untuk SD dan SMA. “Kendati demikian inflasi pada bulan Juli tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yaitu Juni yang inflasinya mencapai 0,73 persen dengan IHK 112,27,” tambah Jam Jam.

Kelompok lain yang menjadi penyebab inflasi di antaranya kenaikan harga pada nasi dengan lauk, kenaikan tarif tukang bukan mandor, tarif listrik, dan harga daging ayam ras yang pada jelang Ramadan mengalami kenaikan cukup signifikan.

Dari enam kota yang dijadikan sebagai survei biaya hidup (SBH) untuk Jawa Tengah, Kota Cilacap yang mengalami inflasi paling tinggi yaitu 1,33 persen dengan IHK 116,38, diikuti dengan Kota Purwokerto sebesar 0,82 persen dengan IHK 112,82 persen. Untuk kota yang mengalami inflasi terendah yaitu Surakarta dengan angka inflasi sebesar 0,59 persen dan IHK sebesar 111,43. (dna/smu)