Kinerja Ganjar Belum Terlihat

87

GEDUNG BERLIAN – Kinerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelang satu tahun kepemimpinannya dianggap belum terlihat. Selama masa satu tahun pemerintahannya, gubernur yang diusung PDI Perjuangan tersebut dianggap lebih banyak melakukan adaptasi dengan jajaran pemprov dibanding bekerja.
Kritikan tersebut dilontarkan anggota DPRD Jateng. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Sasmito menyatakan selama satu tahun menjabat gubernur, Ganjar masih dalam tahapan melakukan adaptasi. ”Sehingga selama satu tahun ini belum ada hasilnya, karena masih melakukan adaptasi,” katanya kemarin.
Menurut dia, kinerja Ganjar itu berbeda dengan Gubernur Bibit Waluyo. Saat itu Bibit setelah dilantik langsung bekerja sehingga dalam waktu satu tahun ada hasilnya. ”Ganjar memerlukan waktu adaptasi selama satu tahun setelah dilantik,” imbuhnya.
Hasil kerja pemerintahan Ganjar, kata Sasmito, akan terlihat pada 2015, dengan catatan program kerjanya dilaksanakan secara konsekuen serta didukung anggaran dana memadai. Tanpa dukungan anggaran dana memadai maka program kerja tidak akan berhasil. Dia mencontohkan gubernur telah mencanangkan 2014 sebagai tahun infrastruktur, tapi karena tidak didukung anggaran memadai maka tidak berhasil. ”Anggaran infrastruktur hanya sekitar Rp 1 triliun sehingga tidak jalan, mestinya alokasinya Rp 2,5 triliun,” ungkap politisi Partai Golkar ini.
Seperti diketahui, pada 23 Agustus mendatang, pemerintahan Ganjar dan Wagub Heru Sudjatmiko telah berusia satu tahun. Ganjar dan Heru dilantik pada 23 Agustus 2013. Anggota Komisi D DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly menyatakan kinerja gubernur dapat dilihat dari keseriusan dan kepatuhan melaksanakan APBD serta besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) APBD.
Bila gubernur patuh dan serius melaksanakan APBD maka akan terlihat hasilnya karena semua program kerja telah terencana dalam APBD. Dia menambahkan jika APBD dilaksanakan dengan patuh sesuai program kerja yang telah direncanakan, maka semua anggaran terserap akan mampu membiayai program dan tidak ada silpa. ”Jadi kalau silpa APBD tinggi, berarti kinerjanya tidak baik. Itu menurut saya ukuran kinerja gubernur,” tandas dia.
Seperti diketahui dalam APBD Jateng 2013 yang senilai Rp 11,669 triliun, masih ada silpa mencapai Rp 1,6 triliun.
Tingginya silpa ini, juga membuat anggota Komisi C DPRD Jateng, Alfasadun merasa kecewa dengan kinerja Gubernur yang belum maksimal. ”Kinerja gubernur belum sesuai dengan harapan rakyat yang tinggi. Besarnya silpa menunjukkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Jateng tidak bisa bekerja dengan baik,” paparnya.
Padahal, imbuh Alfasadun, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan Pemprov Jateng antara lain, perbaikan infrastruktur jalan rusak di beberapa daerah. ”Adanya silpa APBD 2013 senilai Rp 1,6 triliun menunjukkan ketidakmampuan Gubernur Ganjar Pranowo mengoordinasikan SKPD sehingga banyak program kerja yang tidak dilaksanakan,” ujar dia. (ric/ce1)