Buruh PT Delta Mengadu ke Bupati Terkait PHK 5 Ribu Karyawan

121

DEMAK-Merasa di-PHK secara sepihak, perwakilan buruh PT Delta Sayung mengadu ke Bupati Demak Dachirin Said, kemarin (5/8). Mereka mendatangi pendopo kabupaten setempat untuk memperjuangkan hak-haknya di perusahaan tekstil tersebut.
Seperti diketahui, ribuan buruh dalam beberapa hari sebelumnya melakukan aksi unjukrasa di pabrik tersebut. Mereka protes kepada manajemen pabrik lantaran kontrak kerjanya diputus secara sepihak. Akibatnya, sekitar 5 ribu buruh atau karyawan tidak bisa lagi bekerja sebagaimana yang diharapkan.
Di pendopo, mereka ditemui langsung Bupati Dachirin Said, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bambang Saptoro, Kepala Kesbangpolinmas Taufik Rifai, Kasatpol PP Yulianto dan pejabat lainnya yang terkait.
Korodinator buruh PT Delta, Sudarso mengungkapkan bahwa kalangan buruh menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak tersebut. Mereka menyesalkan dugaan pemblokiran ATM bank yang biasa digunakan untuk mentransfer upah mereka setiap bulan. Bahkan, akibat diblokir, ada buruh yang tidak bisa mengambil gajinya yang masih tersimpan dalam ATM. “Rata-rata digaji Rp 1.280.000 perbulan. Karena itu, kami minta pemkab membantu menyelesaikan masalah PHK ini,” kata Sudarso.
Pendamping buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Moh Ali Mustofa mengatakan bahwa pihak perusahaan menganggap kontrak kerja para buruh itu sudah habis. Padahal, kata dia, tidak ada kontrak kerja yang jelas sehingga tidak bisa dikatakan bahwa kontrak kerja habis.
“Mestinya mereka sudah menjadi karyawan tetap. Tapi, dengan diputus kerja, para pekerja diminta melamar kembali. Namun, kenyataannya tidak semua diterima lagi,” jelasnya.
Menanggapi aduan itu, Kepala Dinsosnakertrans Bambang Saptoro, berjanji berupaya membantu menyelesaikan masalah tersebut melalui negosisasi dengan perusahaan serta pihak terkait lainnya. “Kami akan rembuk bersama sesuai aturan yang berlaku, supaya sama-sama enak dan berjalan dengan baik,” ujar Bambang.
Bupati Dachirin Said juga meminta kalangan buruh untuk bersabar dan menunggu upaya penyelesaian yang dimediasi pemkab tersebut. “Kami carikan solusi secepatnya. Kita sama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan jangan sampai timbul masalah baru lagi,” katanya. (hib/ida)