810 Peserta SPMU Unnes Absen

215

SEKARAN – Sebanyak 810 peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU) absen dalam tes tertulis yang diselenggarakan di kampus Unnes Sekaran, Selasa (5/8).

Menurut Ketua Penyelenggara SPMU Unnes, Muhammad Khafid, banyaknya peserta yang absen dikarenakan sebagian peserta sudah diterima di jalur SBMPTN. ”Beberapa waktu lalu sudah ada seleksi jalur SBMPTN. Jadi diperkirakan sebagian peserta sudah diterima melalui jalur tersebut,” ujar Khafid, kemarin.

Dikatakan, sebanyak 9.085 orang lulusan SMA/MA/SMK mengikuti tes tertulis SPMU. Mereka bersaing untuk memperebutkan 693 kursi yang disediakan pada jalur tersebut. Dari jumlah peserta yang mendaftar, sebanyak 3.060 peserta mengambil program studi saintek dan 6.025 mengambil program studi sosial humaniora. ”Di antara peserta tersebut, 1.864 peserta mengambil jalur bidikmisi,” kata Khafid.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman mengungkapkan, jalur SPMU merupakan jalur terakhir penerimaan mahasiswa Unnes tahun ini. Sebelumnya, telah dilakukan seleksi melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. ”Di jalur SNMPTN, kami telah menerima 3.338 mahasiswa atau 55 persen kuota. Adapun pada jalur SBMPTN, kami telah menerima 2.393 mahasiswa,” terangnya.
Kepala Humas Unnes, Amir Sisbiyanto, kepada pers menyatakan di antara 9.085 peseta tes, 7.221 dari jalur non-bidikmisi. Unnes menerima mahasiswa baru tahun 2014 ini lewat 3 jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri (SPMU). ”Lewat SNMPTN diambil 55 persen (dari total yang diterima), dari SBMPTN 35 persen dan dari Ujian Mandiri ini 10 persen. Ujian Mandiri (SPMU) ini akan diumumkan tanggal 9 Agustus 2014,” ujar Amir.
Menurut dosen Bahasa Inggris Unnes ini, peserta tes diharapkan memperhatikan jadwal pengumuman dan registrasi karena waktu daftar ulang relatif pendek yaitu 11 sampai 18 Agustus 2014. Adapun ujian tulis dilanjutkan ujian praktik tanggal 6 Agustus 2014.
Terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT), menurut Amir, masing-masing Program Studi (Prodi) memiliki perbedaan, tergantung grade prodi tersebut. ”UKT terbagi menjadi 7 katagori, yaitu dari kategori 1 yaitu Rp 500 ribu sampai kategori 7 menyentuh angka Rp 7.500.000,” ujar Amir.
Ketika disinggung tentang rentannya perjokian dalam seleksi tersebut, Amir mengklaim hal tersebut tidak akan terjadi. ”Jarak antarkursi 80 cm, selain itu 2 orang pengawas yang mengawasi tes juga mencocokkan foto pada kartu tes peserta dengan peserta itu sendiri. Jika tidak sesuai akan didiskualifikasi,” ujar Amir. (mg1/zal/ce1)