KAI Tunggu Ace Pemkot

148

Penertiban Bangunan Tunggu Tanda Tangan Pemkot
SEKAYU – Rencana pembangunan kolam retensi sistem Banger di Kelurahan Kemijen, sampai saat ini belum bisa direalisasikan lantaran masih terbentur proses adendum kontrak antara Pemkot Semarang dengan PT KAI yang tak kunjung diselesaikan.
PT KAI Daop 4 Semarang yang diberi kewenangan untuk menangani penyewaan aset telah memberikan data terbaru mengenai nilai ideal sewa lahan yang akan digunakan sebagai kolam retensi kepada wali kota Semarang, beberapa waktu lalu. Namun hingga kini pemkot belum juga memberikan kejelasan jadwal penandatanganan adendum kontrak. ”Semua data sudah kita berikan Pak wali (Hendrar Prihadi). Respons Pak wali tidak ada masalah dan waktu itu menyatakan setuju dengan nilai yang kita ajukan,” terang Manajer Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Eman Sulaiman, kepada Radar Semarang, kemarin (4/8).
Pihaknya tidak akan melakukan sosialisasi kepada warga yang menghuni aset PT KAI sebelum adendum kontrak ditandatangani. ”PT KAI mulai bergerak (lakukan penertiban) ketika sudah ada kepastian dari pemkot, artinya adendum sudah ditandatangani. Sehingga kita bergerak nanti tinggal menagih pemkot. Kalau belum, kita ragu melakukan sosialisasi dan penertiban, meski prinsipnya wali kota sudah sepakat, tapi itu baru sebatas omongan,” katanya.
Eman menyatakan, pihaknya tidak akan mendesak pemkot untuk segera menandatangani adendum kontrak, karena proyek kolam retensi adalah program pemerintah. Pihaknya akan pasif menunggu pemkot siap. ”Kapan pun kita siap. Mau minggu depan juga kita siap. Sampai saat ini kita belum mendapat kejelasan terkait jadwal penandatanganan itu,” katanya.
Belum jelasnya jadwal adendum kontrak antara pemkot dengan PT KAI menurut Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiono, pemkot masih mempelajari adendum kontraknya seperti apa, termasuk nilai kenaikan sewa lahan yang dibebankan. ”Apakah itu memang sudah diperkirakan atau mungkin belum dimasukkan di anggaran murni 2015. Karena (anggaran sewa lahan) tidak mungkin di perubahan 2014,” katanya.
Meski begitu pihaknya berharap pemkot menjadikan masalah pembangunan kolam retensi sistem Banger ini skala prioritas. Karena proyek tersebut dapat membantu masyarakat mengatasi rob dan banjir. ”Seharusnya ada keseriusan dan prioritas dari pemkot. Dan PT KAI saya harap juga jangan terlalu tinggi memberikan nilai kontrak karena ini untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku telah menerima data dari PT KAI terkait nilai sewa lahan kolam retensi. Secara prinsip pihaknya sepakat dengan adanya adendum kontak. ”Prinsip untuk kepentingan masyarakat umum dan luas, nilai berapa pun tidak ada masalah,” terang wali kota yang enggan membeberkan nilai kontrak tersebut. (zal/ce1)