SMG 20140718 15.indd
Gara-Gara PPS Ingin Nonton Piala Dunia

RANDUSARI – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil peng­­hitungan perolehan suara Pilpres 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Jumat (18/7) kemarin, diwarnai banyak protes. Rapat hingga sore baru menyelesaikan 21 kabupaten/kota dari total 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Rapat yang digelar di lantai 3 Kantor KPU Jateng Jalan Veteran Kota Semarang itu dijaga ketat polisi.
Selain itu, gara-gara ingin nonton semifinal Piala Dunia 2014, puluhan Panitia Pemungutan Suara (PPS) melakukan rekapitulasi suara tak seusai tahapan pilpres. Akibatnya, rekapitulasi harus diulang agar sesuai aturan pilpres.
Koordinator Divisi Penga­wasan Badan Pengawas Pe­milu (Bawaslu) Jateng, Teguh Purnomo mengatakan, hingga sore pengawas pemilu merekomendasikan rekapitulasi tingkat desa atau PPS di 23 PPS di Jateng diulang.
”Alasan rekap ulang karena PPS dalam melakukan rekapitulasi waktunya tidak sesuai dengan tahapan sebagaimana PKPU nomor 4 Tahun 2014 tentang tahapan pilpres. Mereka melakukan rekap pada hari H, yakni 9 Juli, padahal seharusnya tanggal 10, 11 dan 12 Juli. Jadi mereka mendahului tahapan yang ada,” kata dia.
Ke-23 PPS itu di antaranya di Desa Suluh Kalang, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar; Desa Mrisen, Kecamatan Wo­nosalam, Demak dan di 19 desa di Kabupaten Kendal yang terdiri atas 13 desa di Kecamatan Pegeruyung, 3 desa di Kecamatan Sukorejo dan 3 desa di Kecamatan Limbangan. Sisanya Desa Soco, Kecamatan Slogohimo dan Desa Tremes, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Wonogiri.
Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, dari total 23 PPS itu 20 di antaranya sudah direkap ulang di masing-masing kabupaten/kota. ”Rekap ulang itu secara substansi tidak masalah, karena sudah melalui persetujuan masing-masing termasuk saksi. Itu hanya prosedural. Namun tetap saja mengabaikan prinsip ketaatan hukum, ketelitian dan kehati-hatian,” timpal Joko.
Yang menarik, mereka nekat melakukan penghitungan suara mendahului hari H karena para petugas menganggap bisa dikebut sembari menunggu pertandingan Piala Dunia 2014 yang sudah mencapai semifinal. Tiga PPS itu yakni, satu PPS di Kabupaten Karanganyar dan dua PPS di Kabupaten Wonogiri. ”Besok (Sabtu 19/7) akan dilakukan penghitungan ulang berlokasi di KPU Jateng,” jelas Joko.
Terkait rekapitulasi itu, kata Joko, jika Jumat kemarin tidak memungkinkan selesai, maka dilanjutkan Sabtu hari ini. Pihaknya memang mempunyai waktu 2 hari menyelesaikan rekapitulasi tingkat provinsi ini.
Komisioner KPU Jateng Wahyu Setiawan mengatakan, jumlah partisipasi pemilih di Jateng pada pilpres ini sebesar 71,25 persen. Rinciannya, pemilih dari DPT 70,48 persen, dari DPTB 0,017 persen, dari DPK 0,03 persen dan DPKtb 0,57 persen. ”Jadi pemilih yang terdaftar dalam DPT hadir 71,05 persen, pemilih hadir non DPT (DPTB, DPK, DPKtb) 0,20 persen,” katanya.
Wahyu menambahkan, Kabu­paten Temanggung tercatat sebagai wilayah tertinggi partisipasi politik dalam pilpres ini mencapai 83,37 persen. Sementara Kabupaten Brebes terendah hanya 61,59 persen. (ric/aro/ce1)