Lelang Jabatan Sekda Jateng
GUBERNURAN – Sejumlah pihak memprediksi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah lama memiliki jago sendiri meski promosi jabatan Sekda Jateng dilakukan secara terbuka. Jago tersebut kemungkinan besar adalah satu-satunya calon dari eksternal, yakni Sugeng Hariyono yang saat ini menjabat Puslitbang Pemerintahan Umum dan Kependudukan, Balit­bang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sinyalemen itu salah satunya diungkapkan Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Samsul Bahri. Politisi Golkar itu mengungkapkan hal itu setidaknya tecermin dari pernyataan Ganjar yang menyatakan Sekda Jateng bisa saja berasal dari luar pemprov.
Dia melihat langkah melakukan lelang jabatan sekda dilakukan untuk membuka kesempatan orang luar masuk ke jabatan pemerintahan pemprov. ”Apalagi sebelumnya Ganjar juga lebih memilih orang luar daripada orang dalam. Ini terjadi pada pemilihan Dirut Bank Jateng,” ujarnya.
Saat itu, Ganjar memilih Dirut Bank DI Jogjakarta Supriyatno menjadi pemegang pucuk pimpinan Bank Jateng daripada sejumlah nama internal yang telah lama merintis karir.
Samsul menyatakan, saat ini peluang yang lebih besar dimiliki oleh calon dari Kemendagri, yakni Sugeng. ”Banyak orang yang memprediksi, jabatan sekda akan diisi oleh Sugeng itu,” katanya.
Meski begitu dia berharap, meski sekda memang boleh berasal dari luar pemprov, diharapkan Ganjar memilih calon internal pemprov. ”Lebih banyak kebaikannya sekda dari dalam, daripada sekda dari luar. Karena calon internal lebih memahami pemerintahan di Jateng,” ujarnya.
Pengamat politik dan pemerintahan Undip, Budi Setiono, mengatakan hal serupa. Menurutnya, jika melihat cara pengisiannya di mana Ganjar memberikan kesempatan bagi calon luar untuk mendaftar peserta lelang terbuka, maka peluang sekda akan diambil dari orang luar juga sangat terbuka.
”Entah siapa pun nanti yang terpilih, menurut saya lelang terbuka sekda ini lebih hanya sebuah pencitraan saja. Karena pada akhirnya yang mengambil keputusan finalnya adalah gubernur sendiri,” tandasnya.
Dia berpendapat dalam memilih sekda, gubernur memang memiliki kewenangan penuh. Terlebih tidak ada standard operating procedure (SOP) yang jelas pada penentuan akhir. ”Penentunya tetap gubernur sebagai end user,” imbuhnya.
Tujuh nama calon sekda yang disetorkan panitia seleksi (Pansel) ke Ganjar adalah Sugeng Hariyono (Puslitbang Pemerintahan Umum dan Kependudukan, Balitbang, Kementerian Dalam Negeri), Arief Irwanto (Kepala Satpol Pamong Praja), Ihwan Sudrajat (staf ahli Gubernur Jateng), Sri Puryono (Pelaksana Tugas Sekda Jateng), Yuni Astuti (Kepala BPMD), Sudjarwanto Dwiatmoko (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM), dan Herru Setiadhie (Kepala Bappeda).
Pengamat politik dan pemerintahan Undip Muhammad Yulianto mengatakan dari 7 nama yang lolos dan akan dikirimkan 3 ke Kemendagri, dia melihat komposisinya sudah beragam. ”Ada dari eksternal satu, sementara yang internal perpaduan antara pejabat senior dan junior,” tandasnya.
Pejabat senior di antaranya diwakili oleh Plt Sekda Jateng Sri Puryono, sedangkan yang junior di antaranya Kepala Satpol PP Arief Irwanto. ”Saya melihat kualitas pansel cukup baik. Gubernur juga memiliki hak prerogatif dalam mengajukan nama ke pusat,” ujarnya.
Dia berpendapat waktu setahun menjabat sudah cukup bagi Ganjar untuk mendengarkan masukan, saran, dan menentukan bisa klik dengan siapa di pempov. (ric/aro/ce1)