14 TPS Terendam Banjir Rob

149

KAJEN–Sebanyak 14 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 67 TPS di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, terendam banjir rob. Di antaranya berada di Desa Tratebang, Desa Pecakaran dan Desa Wonokerto, Kecamatan Wonokerto. Meski demikian, TPS yang terendam rob tersebut, masih bisa digunakan, karena rob datang mulai pukul 16.00 hingga 20.00 dengan ketinggian banjir sekitar 40 sentimeter.
Kondisi tersebut merupakan hasil pantauan persiapan Pemilu Presiden (Pilpres), yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Amat Antono, bersama rombongan Muspika dan Ketua KPUD Kabupaten Pekalongan, Mudasir.
Kepala Desa Wonokerto Wetan, Nurahman, mengatakan bahwa banjir rob pada TPS di Dukuh Kampung Nelayan tidak terlalu menganggu. Karena ketinggian air rob pada pagi hari atau saat pelaksanaan Pilpres hanya 10 sentimeter. Sedangkan ketinggian 40 sentimeter pada sore hingga malam hari. “Meski TPS terkena rob, tidak terlalu menganggu. Hanya saja, tempatnya menjadi becek dan sedikit banjir,” ungkap Nurahman.
Camat Wonokerto, Nursam Kholil menambahkan dari 67 TPS di Kecamatan Wonokerto, terdapat 14 TPS yang rawan kena banjir rob hingga mencapai ketinggian 40 sentimeter, seperti halnya pada TPS 02 Desa Tratebang dan TPS 01 Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto. “Tapi 14 TPS itu masih bisa digunakan, kecuali pada sore hingga malam hari,” tandas Nursam Kholil.
Hal yang sama juga terjadi di 4 TPS di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Barat yang mengalami banjir rob. Karena itulah, TPS 1 di SD Pabean geser ke TPQ Nambaulum, TPS 2 dari rumah Pak Suratno ke Mushola Migtaqul Jannah, TPS 3 dari TPQ Al Iman ke halaman Hj. Warini, dan TPS 4 dari lapangan badminton ke Mushola Nurul Rosyd.
“Keempat TPS yang dipindah tersebut yakni TPS 1-4. Lantaran tinggi genangan air mencapai 20-25 sentimeter,” kata Ketua PPS Kelurahan Pabean, Junaidi, saat ditemui kemarin.
Bupati Pekalongan, Amat Antono, ketika melakukan peninjauan kesiapan Pilpres 2014 di TPS 02 Desa Tratebang menuturkan bahwa kondisi menjelang Pilpres relatif kondusif. Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dan senantiasa menjaga suasana yang kondusif dalam Pilpres.
”Apabila ada perbedaan, jangan sampai menimbulkan perpecahan antar masyarakat. Agama tidak mengajarkan bedo sarung, bedo kudung, podo tarung (berbeda sarung, berbeda kerudung, bertengkar, red). Perbedaan yang ada justru kita jadikan, untuk saling memperkuat. Jadi mohon dijaga persatuan kita agar suasana Kabupaten Pekalongan tetap kondusif,” tutur Amat Antono.
Sementara itu, Ketua KPUD Kabupaten Pekalongan, Mudasir, menegaskan bahwa seluruh logistik telah didistribusikan ke PPS (Panitia Pemungutan Suara), kondisinya siap dan siaga. Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaaan, tidak ada kendala yang berarti dan telah sesuai dengan yang direncanakan. “Semua perangkat kami, siap dan siaga dalam pemenuhan permintaan logistik ini,” tegas Mudasir. (thd/han/ida)