UNGARAN – Panwaslu Kabupaten Semarang mencatat ada sebanyak 1.644 alat peraga kampanye (APK) pemilihan presiden (pilpres) 2014 diketahui melanggar ketentuan. Untuk itu, Panwaslu merekomendasikan KPU Kab Semarang untuk menegur tim sukses atau pemenangan masing-masing capres-cawapres yang memasang APK.
Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang Agus Riyanto mengatakan, selama masa kampanye pilpres APK tersebar di seluruh wilayah Kabupaten. Pemasangan APK tersebut melanggar Perbup No 91 Tahun 2014 maupun Peraturan KPU No 16 Tahun 2014 tentang pemasangan APK. APK yang melanggar terdiri atas spanduk, baliho dan banner sebanyak 87 APK yang terpasang di jalan protokol.
”Kami sudah mengirim rekomendasi ke KPU, 28 Juni lalu. Dalam rekomendasi itu kami minta agar pelanggaran pemasangan APK segera ditindaklanjuti KPU dengan mengingatkan tim sukses masing-masing pasangan,” tutur Agus, Jumat (4/7) kemarin.
Menurut Agus, jika tim sukses pasangan capres-cawapres tidak mengindahkan peringatan KPU, maka bisa diambil tindakan tegas.
Ketua KPU Kabupaten Semarang Guntur Suhawan, mengatakan, pihaknya sudah menerima rekomendasi Panwaslu dan telah ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada masing-masing tim kampanye pasangan capres dan cawapres. KPU memberikan batasan waktu maksimal dua hari setelah surat diterima APK harus dilepas. (tyo/aro/ce1)