Panwas Copoti APK Terlarang

141

PEKALONGAN-Jelang waktu pencoblosan, banyak tim sukses yang tidak mematuhi aturan kampanye. Salah satunya larangan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di tempat-tempat tertentu.
Untuk itu, Panwas Kota Pekalongan bersama Satpol PP dan Polresta Pekalongan mencopoti sejumlah APK yang tidak sesuai aturan. Di antaranya yang dipasang di gereja, sekolah, puskemas dan area dekat klenteng.
Ketua Panitia Penwas Kota Pekalongan, Listyo Wibowo menyebutkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan masyarakat terkait adanya pelanggaran kampanye Pilpres, salah satunya tentang larangan APK di tempat tertentu.
“Namun sebelumnya, tim kampanye kedua pasang capres-cawapres sudah diberitahu adanya penertiban ini, agar tidak salah mengerti,” ujarnya pada Pekalongan Pos, Kamis (3/6).
Pihak sekolah yang di sekitarnya terpasang spanduk, mengaku tidak tahu menahu adanya spanduk capres tersebut. Bahkan, banyak yang menyayangkan adanya pemasangan spanduk kampanye tersebut, karena jelas dilarang.
Triyono, guru SD Sampangan berharap APK tersebut segera ditertibkan. ”Kami memang tidak tahu spanduk tersebut kapan dipasang. Harapan kami, tentunya memang segera ditertibkan. Karena sangat mengganggu kami,” ucapnya. (han/ida)