Hargai Waktu, Terus Bekerja

194

BAGI Ermi Susanti, 23, waktu sangat berharga sehingga tidak ingin menyia-nyiakannya. Bahkan, dia sangat menyetujui istilah time is money.
Makanya, dara kelahiran Pekalongan, 28 September 1990 tersebut tak ingin memanfaatkan masa mudanya dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Seperti pergi jalan-jalan ataupun hanya menghabiskan waktu berdiam diri di rumah. Baginya waktu sedetikpun sangat berharga.
“Mumpung masih muda, punya banyak waktu yang berguna. Jadi sangat saying alias eman-eman kalau tidak dimanfaatkan,” kata gadis asal Pegandon, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
Bahkan sepanjang hari, Ermi, selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja. Pada Senin hingga Jumat, Ermi bekerja sebagai karyawan outsourcing di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Pekalongan.
Ketika libur dari BPMP2T yaitu pada Sabtu dan Minggu, Erni berganti seragam menjadi guru honorer di SMP Islam Pegandon, Kabupaten Pekalongan untuk mengajar bahasa Inggris.
Sesuai dengan disiplin ilmu yang pernah ditempuhnya selama kuliah. Dirinya tetap ingin memanfaatkan ilmu yang dimilikinya agar tidak mubazir. Tak hanya itu, sejak duduk di bangku kuliah hingga sekarang Ermi juga eksis di bisnis online-nya sebagai penjual produk kecantikan dan jilbab. “Karena selalu bekerja, saya sampai tidak kenal hari libur,” katanya sambil tersenyum simpul.
Alumni Universitas Pekalongan (Unikal) Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu mengaku ada suka dukanya dalam menjalani prinsip hidupnya. “Saat ini masih enjoy, ya jalani semuanya. Tidak tahu nanti, kalau sudah berkeluarga, lihat situasi ke depannya saja. Inginnya tetap berkarir,” katanya.
Yang terasa berat bagi Ermi, ialah tidak adanya waktu untuk keluarga ataupun teman-temannya. “Sukanya bisa menghabiskan waktu yang positif dan pendapatan juga bertambah. Dukanya, susah bagi waktu buat keluarga dan main bareng teman. Jadi rasanya kurang klop, karena waktunya susah,” tuturnya. (han/ida)