MUNGKID– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang mengaku telah menyelesaikan distribusi logistik ke 15 panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga kemarin. Proses pengiriman memang dilakukan dengan detail supaya tidak ada hambatan.       
“Kita awasi betul-betul proses distribusi logistik ini. selain ditahap pengemasan saat pengiriman juga melibatkan dua personel kepolisian bersenjata lengkap,” kata Ketua KPUD Kabupaten Magelang, Afifudin, kemarin.
Dia mengaku sejauh ini kurang enam kecamatan yang belum diselesaikan distribusinya. Di antaranya Ngluwar, Bandongan, Ngablak, Secang, Bandongan dan Sawangan. “Distribusi logistik pilpres ini diharapkan sudah selesai pada 5 Juli lusa,” katanya.     
Menurut Afif logistik pilpres itu di antaranya surat suara, formulir, alat coblos, perlengkapan tinta dan alat tulis kantor. Setiap TPS dikirimkan logistik sebanyak 2 kotak suara. Satu kotak suara difungsikan untuk wadah berbagai alat keperluan pencoblosan dan satu kotak suara sebagai wadah surat suara saat pencoblosan. 
Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono membenarkan bahwa distribusi logistik harus dikawal polisi untuk mengantisipasi kecurangan pemilu. Hal serupa juga dilakukan untuk pengambilan dana operasiional pemilu di bank.
Pengawalan polisi ini dimaksudkan untuk mencegah perampokan dana pemilu seperti dialami PPK Windusari sebesar Rp 537.171 April lalu. Dana ini sedianya digunakan untuk membiayai pembuatan 142 TPS di 20 desa di Kecamatan Windusari, distribusi logistik, honor anggota PPK, panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). (vie/lis)