Warga Tak Percaya karena Kelurahan Selalu Ramai

98

Ketika Warga Gagal Dapat Raskin karena Dicuri

Sebanyak 64 warga penerima beras miskin (raskin) di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Rabu (2/7) kecewa. Pasalnya saat akan mengambil jatah raskin, tidak diberikan oleh pihak Kelurahan. Kelurahan beralasan jatah beras bulan Mei dan Juni yang seharusnya dibagikan pada warga hingga kini belum dibagikan karena 64 kantong raskin dicuri orang.

Taufik hidayat, pekalongan

Dari 600 kantong raskin yang akan dibagikan, dan ditumpuk di Kantor Kelurahan Panjang Wetan, ternyata setelah dihitung berkurang 64 kantong. Padahal pihak panitia raskin dari Kelurahan, baru membagi 300 an kantong raskin atau 75 persen.
Tarumi, 46, warga Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan mengungkapkan dirinya tidak percaya kalau raskin tersebut dicuri. Menurutnya, Kantor Kelurahan setiap malam dijaga 2 orang, sehingga kalau raskin dicuri, pasti ketahuan. ”Kantor kelurahan itu selalu ramai 24 jam, karena kalau malam juga dipakai untuk badminton, masak raskin dicuri,” ungkap Tarumi, yang dibenarkan warga lain.
Kepala Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Ikhsan menjeaskan, hilangnya raskin tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga aula pada 18 Juni pagi. Saat itu, penjaga melihat kondisi tumpukan beras yang tidak sama rata dan terkesan acak-acakan. Setelah dihitung bersama terdapat 64 kantong yang hilang. “Kondisi pintu aula malam itu tidak terkunci rapat, karena aula barusan digunakan untuk kegiatan olahraga yaitu bulutangkis,” jelas Ikhsan.
Ikhsan juga mengatakan, pihaknya telah memberikan laporan kepada Kantor Kecamatan dan Polsek Pekalongan Utara serta tembusan kepada Pemkot Pekalongan, Bagian Perekonomian. Menurutnya, sampai saat ini, belum ada perkembangan dari Pemkot apakah raskin senilai Rp 1,5 juta tersebut akan mendapatkan pengganti, atau tidak.
“Memang itu sudah menjadi tanggung jawab saya, dan saya siap mengganti. Namun kami masih berharap adanya kebijakan dari Pemkot untuk membantu musibah ini,” kata Ikhsan.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Panjang Wetan, Abidin menerangkan, bahwa kunci aula memang dipegang oleh empat orang. Yakni, 2 penjaga aula dan dua lainnya warga, yang biasa memanfaatkan aula untuk kegiatan olahraga. “Saat kehilangan 64 raskin, di depan aula terdapat bekas ban mobil. Kemungkinan pencuri menggunakan mobil. Tapi sampai hari ini semuanya belum terungkap, dan kami masih menunggu langkah dari pihak berwajib,” terangnya. (thd/ric)