PEKALONGAN – Makmun, 47, warga Pekalongan, kehilangan 3 unit mobil rental, karena 3 unit mobil yang disewa oleh Ahmad Sobirin, warga Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, dibawa kabur dan tidak dikembalikan.
Kejadian bermula ketika bulan April lalu, Ahmad Sobirin, datang ke rumah Makmun mengaku sebagai pegawai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Batang dan membutuhkan 3 unit mobil untuk operasional yang akan disewa selama 6 bulan. Dengan perjanjian, 1 unit mobil disewa seharga Rp 2 juta per bulan, dan dibayar di awal bulan.
Setelah mobil diserahkan oleh Makmun, pada akhir bulan April, dan menerima uang sewa sebesar Rp 6 juta dari AS, untuk 3 unit mobil pembayaran bulan Mei. Maka 3 unit mobil milik Makmun pun digunakan oleh AS. Namun, ketika memasuki bulan Juni, dan Makmun menagih pembayaran bulan Juni, AS selalu berkelit sulit dihubungi.
Makmun pun, memeriksa ke lokasi proyek PLTU di Kabupaten Batang, ternyata tidak ada nama Makmun, yang sebelumnya mengaku sebagai Kepala Proyek Bidang Transportasi. Akhirnya, Makmun melaporkan penggelapan 3 unit mobilnya oleh AS, ke Polresta Pekalongan. “Setelah tahu kalau AS bukan Kepala Proyek PLTU, saya langsung lapor ke Polresta Pekalongan, karena jelas saya di tipu,” ungkap Makmun, Rabu (3/7) siang.
Seminggu setelah Makmun melapor ke Polresta. Sat Reskrim Polresta Pekalongan, berhasil mengungkap laporan Makmun. Ternyata 2 unit mobil tersebut digadaikan oleh AS, di Desa/Kecamatan Kajen, Kabupaten Batang, dan Desa Kalibeluk, Kecamatan Warugasem, Kabupaten Batang.
”Satu unit mobil Avanza dengan nomor polisi G8693FA, ditemukan di rumah warga di Desa Kajen, Kabupaten Batang, dan 1 unit lagi mobil jenis APV H9380JA, berada di rumah warga di Desa Kalibeluk, kedua mobil tersebut digadaikan oleh AS,” kata Kasat Reskrim Polresta Pekalongan, AKP Bambang Purnomo, saat menyerahkan 2 unit mobil tersebut ke pemilik, Rabu (3/7) siang di Mapolresta Pekalongan.
Kasat Reskrim Polresta Pekalongan, AKP Bambang Purnomo juga menegaskan identitas tersangka sudah diketahui, dalam waktu dekat akan segera ditangkap, untuk proses hukum lebih lanjut. “AS yang mengaku pegawai proyek PLTU, saat ini masih buron, dengan membawa mobil Suzuki Luxio milik Makmun yang sebelumnya disewa,”” tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Pekalongan, AKBP Rifky menuturkan, bahwa kerjasama masyarakat dan Polri sangat penting, khususnya masukan informasi dan keterangan. “Kerjasama Polri dengan masyakat yang sudah bagus ini, terus kita bina, agar Polri dapat memberikan pelayanan terbaiknya pada masyarakat. Masyarakat pun harus hati-hati, jangan mudah terjebak degan sesuatu yang bersifat menggiurkan, namun akhirnya justru merugikan,” tuturnya. (thd/ric)