PEKALONGAN – Bentuk pengamanan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kota Pekalongan, terutama saat pemumungutan suara yang dijadwalkan pada 9 Juli nanti tidak jauh berbeda dengan pemilu legislatif yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Pada hari H-nya nanti pada tanggal 9 Juli, pada saat pemungutan suara kami akan mengerahkan 450 personel yang nanti akan mengamankan seluruh TPS yang ada di wilayah hukum Kota Pekalongan,” kata Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Rifki. “Untuk pengamanan Pilpres jadi polanya sama dengan yang kami lakukan pada saat pengamanan Pileg kemarin. Dimana kami melakukan pengamanan dalam setiap tahapan sesuai kerawanannya masing-masing,” imbuhnya.
Lebih lanjut, perwira dengan dua melati emas di pundaknya itu mengungkapkan bahwa untuk menjaga keamanan dalam pelaksanaan Pilpres, 450 anggotanya merupakan pengerahan maksimal laiknya pelaksanaan pengamanan dalam Pileg yang telah dilakukan 9 April 2014 kemarin dengan jumlah yang hampir sama. “Untuk melaksanakan pesta demokrasi lima tahun sekali itu. Jumlah personel masih sama,” jelasnya.
Kapolres manambahkan, selain anggota Polri, pengamanan Pilpres juga dibantu oleh ratusan anggota Linmas dari Pemerintah Kota Pekalongan. Sementara itu untuk masa kampanye seperti sekarang ini dia mengerahkan sebanyak 250 personel. Mereka siap diterjunkan untuk melakukan pengamanan apabila sewaktu-waktu ada kampanye terbuka di wilayah Kota Pekalongan. “Untuk kegiatan  kampanye terbuka kami hanya mengerahkan sebanyak 250 personel saja,” katanya. (han/ric)