Stok Bahan Pokok Aman Hingga 3 Bulan

SEMARANG – Persediaan bahan pokok hingga tiga bulan mendatang masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Jawa Tengah. Beberapa bahan juga masih terus didatangkan untuk menambah pasokan dan menekan harga.
“Bahan pokok minimal tiga bulan ke depan masih tercukupi. Bahkan stok beras masih cukup sampai delapan bulan ke depan,” ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Listyati Purnama Rusdiana, di sela sidak pasar di Pasar Johar, kemarin (2/7).
Pemenuhan bahan-bahan pokok tersebut selain untuk konsumsi masyarakat, juga guna mengantisipasi adanya lonjakan harga menjelang lebaran mendatang. Persediaan yang cukup serta distribusi yang lancar diharapkan dapat mengerem lonjakan harga. Kendati demikian, ia juga tidak memungkiri ada beberapa bahan pokok yang harganya naik. Di antaranya ayam ras serta telur ayam ras. Terkait hal ini, ia menyatakan harga bahan tersebut memang sengaja dinaikkan guna membantu peternak. “Memang ayam ras dan telurya harga agak dinaikkan, karena untuk menyeimbangkan, agar para peternak ayam bangkit dari kebangkrutan,” jelasnya.
Selain ayam dan telur ayam ras, harga bawang merah juga naik, dengan kisaran Rp 20 ribu – Rp 25 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga tersebut dampak dari stok bawang merah di Brebes yang mulai berkurang. Meski naik, kenaikan harga bawang merah ini masih di bawah harga referensi, yaitu Rp 27 ribu per kilogram. Disperindag dalam hal ini ter mengupayakan untuk memenuhi stok bawang merah dengan mengambil dari daerah luar Brebes. Di antaranya kawasan Jawa Timur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah yang juga hadir dalam sidak pasar menyatakan sejauh ini harga-harga bahan pokok di pasar terbilang masih di batas aman. Bahkan harga cabai turun karena ada limpahan panen. “Sejauh ini masih cukup stabil, namun kami tetap mempersiapkan cadangan, suatu waktu terjadi lonjakan, kita akan langsung melakukan intervensi,” ujarnya. (dna/smu)