Kerugian Diperkirakan Rp 170 Juta



PEKALONGAN – Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik Imam Suwito, 33, warga Kelurahan Banyurip, Gang 4, RT 3 RW IV, Kecamatan Pekalongan Selatan ludes dilalap api. Saat kejadian seluruh penghuni rumah sedang menjalankan salat tarawih di masjid setempat.
Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.00, saat penghuni rumah maupun warga setempat sedang menjalankan salat tarawih. Penghuni rumah maupun warga baru mengetahui kejadian itu saat pulang tarawih. “Kita pas pulang dari tarawih, rumah sudah dalam keadaan gelap karena listriknya mati,” kata Munaqiroh, 38, salah seorang penghuni rumah.
Setelah dia masuk ke dalam rumah, api terlihat muncul dari bagian dapur rumah. “Saya masuk rumah untuk ngecek, nggak tahunya api sudah besar di dapur. Saya langsung lari keluar rumah minta tolong,” katanya kepada petugas.
Hal senada dikatakan oleh Mubarokah, 40, penghuni rumah lainnya. Saat dia mengecek masuk bersama Munaqiroh, api sudah menyentuh atap dapur. “Api di dapur sudah mulai membakar atap dapur,” tambahnya.
Penghuni rumah dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya menunggu bantuan pemadam datang. Pemadam kebakaran Kota Pekalongan yang datang ke lokasi kejadian berusaha melokalisir api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya. Bantuan pemadam juga datang dari Pemkab Batang untuk menjinakkan api. Warga bersama pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api yang membakar rumah sekaligus gudang batik dan kain tersebut sekitar satu jam kemudian.
Pihak kepolisian sendiri belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Dugaan sementara petugas, kebakaran itu terjadi akibat konsleting arus listrik. “Dugaan sementara, penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek. Tapi kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Wakalpolres Pekalongan Kota, Kompol Mashudi, di lokasi kejadian.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 170 juta. Sebab selain rumah dan 5000 yard kain mori, sejumlah perhiasan 3 gelang emas dan 4 cincin, 8 buah handphone, 1 unit lemari es, 2 buah televisi, surat-surat penting dan 3 buah motor milik korban ikut terbakar. Hingga kini kasusnya masih dalam penanganan petugas kepolisian setempat. (han/ric)