Ditemukan 5 Pengidap HIV/AIDS Baru

147

TEMANGGUNG—Memasuki semester pertama 2014, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung menunjukkan grafik peningkatan. Total pengidap penyakit yang menurunkan fungsi kekebalan tubuh ini menjadi 254 orang yang terdiri dari 139 laki-laki dan sisanya berjenis kelamin perempuan.
Pengelola program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung Untoro Dwi Satoto mengatakan, sejak kali pertama ditemukan 1997 hingga Mei 2014 ditemukan 249 kasus HIV/AIDS di Temanggung, dengan 117 penderita meninggal dunia dan 103 masih hidup. Dari jumlah itu, anak dan balita yang terkena mencapai 16 anak dan 10 diantaranya meninggal dunia.
“Sebelumnya jumlah total penderita HIV/AIDS hanya 249 orang, saat ini sudah bertambah 5 penderita menjadi 254 penderita yang tercatat,” katanya. Dari jumlah total tersebut, yang positif HIV 134 penderita dan yang positif AIDS 120 penderita.
Ia mengatakan dari lima penderita yang baru tercatat, tiga diantaranya langsung meinggal sebelum mendapatkan pendampingan dan pengobatan, sedangkan dua penderita lainnya saat ini kondisinya sudah mulai membaik. “Dibanding pertama kali ditemukan, saat ini kondisinya sudah lebih baik. Alhamdulilah yang dua ini rajin dan selalu menjaga kesehatan serta kondisi tubuhnya,”katanya.
Ia menambahkan, jika dilihat dari segi umur, penderita paling banyak yakni usia 30 sampai 34 tahun yakni sebanyak 62 penderita, disusul usia 25 sampai 29 sebanyak 58 penderita dan usia 20 sampai 24 sebanyak 47 penderita. “Kebanyakan penderita HIV/AIDS yang tercatat pada usia produktif, sedangkan pada usia remaja 3 pendirita, lainnya 35 tahun ke atas sampai dengan umur 55 tahun,” terangnya.
Sementara itu Agus Anang pengelola KPA lainnya menambahkan, sebelumnya, ada satu balita da pegawai negeri sipil (PNS) dari Kementerian Sosial RI yang ditugaskan di Kabupaten Temanggung terjangkit HIV/AIDS. Berdasar informasi yang didapat dari jaringan KPA memang ke dua orang ini sudah positif HIV/AIDS. “Kemungkinan besar orang ini belum tahu penyakit yang dideritanya, kami akan terus melacaknya, harapan kami kedua orang ini segera ketemu,” harapnya.
Apalagi katanya, balita yang terjangkit HIV/AIDS ini merupakan anak dari orang tua yang kedua-duanya meninggal karena penyakit yang sama. Namun karena saat ini balita ini ikut dengan kakek neneknya, maka keberadaannya sulit dilacak. “Informasi terakhir yang kami dapat, balita ini diajak kakek dan neneknya bekerja di Kalimantan, karena kedua orang tuanya sudah meninggal,”ujarnya.
Ia menuturkan, meski positif menderita, namun  anak-anak tersebut tumbuh normal seperti umumnya anak-anak sebaya. Mereka bermain dan bersekolah di sekolah umum dan tidak mendapat diskriminasi dalam pelayanan. “Kalau aktivitasnya normal seperti anak-anak pada umumnya, hanya saja untuk pertumbuhan dan perkembangan terbilang kurang dari anak normal,”jelasnya.
Sedangkan untuk  identitas anak tersebut tegas Agus, sangat dirahasiakan. Demikian halnya pihak orangtua juga diwajibkan untuk  merahasiakan  penyakit yang diderita pada anak tersebut. “Ini demi perkembangan dan kondisi psikologis anak,” tandasnya. (zah/lis)