SEMARANG – Debat calon presiden dan wakil presiden yang digelar KPU ternyata berpengaruh besar bagi masyarakat Jateng untuk menentukan pilihan. Selain itu, fisik capres-cawapres, kampanye hitam serta pengalaman politik juga menjadi salah satu yang memengaruhi penentuan pilihan saat pemilihan presiden 9 Juli mendatang.
Lembaga Perhimpunan Masyarakat Madani atau Permadani Jawa Tengah telah menggelar survei menjelang pilpres 2014 mendatang di Jawa Tengah. Metode survei dilakukan secara acak. Dengan mengambil sampel sesuai kondisi masing-masing wilayah. ”Survei ini memang hanya melibatkan sebanyak 1.000 koresponden di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Survei dilakukan sejak April-Juni 2014,” kata pelaksana Survei Lembaga Permadani Jawa Tengah, Muharom.
Koresponden survei adalah masyarakat yang sudah memiliki hak pilih dalam pilpres 2014 mendatang. Hasil survei, setidaknya sebanyak 40 persen koresponden memilih pasangan Prabowo–Hatta, 45 persen memilih pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dan 15 persen sisanya masih belum menentukan suara. ”Dengan adanya debat dan kecenderungan swing voter yang mencapai 15 persen, maka pasangan Prabowo-Hatta tingkat elektabilitasnya akan bisa terus naik sampai 2 sampai 3 persen. Ini karena masyarakat masih cukup yakin dan akan memilih ketika mereka melihat debat capres,” tambahnya.
Ketua Permadani Jateng ini menambahkan, survei yang dilakukan, mulai dari acara debat pilres berpengaruh atau tidak? Track record dan tingkah laku calon presiden dan wakil presiden memengaruhi pilihan atau tidak? Apakah black campaign memengaruhi pemilihan? Apakah bentuk fisik, memengaruhi pemilihan? Apakah media kampanye memengaruhi pemilih? Apakah norma agama dan sosial berpengaruh? Serta seberapa besar pengaruh dari visi misi capres dan cawapres? Usia dan pengalaman berpolitik, seberapa besar pengaruh untuk memilih? ”Survei kami lakukan dengan menggunakan dana independen. Jadi tidak ada keterpihakan salah satu calon presiden-wakil presiden,” tambahnya.
Berbagai pertanyaan disesuaikan dengan kondisi di masyarakat saat ini. Survei dilakukan secara general, karena banyak masyarakat yang sudah mengetahui calon presiden-wakil presiden yang bertarung dalam pemilu 2014 mendatang. ”Kami memang tidak mencantumkan langsung, koresponden memilih siapa. Cuma dari pernyataan yang diajukan koresponden sudah bisa mengetahuinya,” tambahnya.
Di Jawa Tengah, jumlah pemilih tetap adalah 27.220.415 atau sekitar 14,59 persen dari suara pemilih di Indonesia. Dengan adanya swing voter sekitar 15 persen, suhu politik akan semakin panas. (fth/bis/ton/ce1)