Buruh Rokok Ancam Boikot Pilpres



518

GUBERNURAN – Ribuan buruh rokok dari berbagai perusahaan rokok kretek di Kudus mengancam akan memboikot pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014. Ancaman itu akan dilakukan jika pemerintah tidak mencabut pemasangan gambar seram pada kemasan rokok.

Hal ini diungkapkan Ketua Komunitas Perusahaan Rokok Kudus (Koperku), Rusdi Rahman seusai melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gubernuran, Selasa (1/7) sore. ”Sekitar 3.200 buruh rokok dari 31 perusahaan rokok kretek anggota Koperku akan memboikot pilpres mendatang,” katanya.

Boikot pilpres, lanjut dia, akan dilakukan bila pemerintah tetap memaksakan kehendak memberlakukan ketentuan memasang gambar seram di bungkus rokok sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28/2013. Menurutnya pemasangan gambar seram akan menaikkan biaya produksi mencapai 68 persen sehingga memberatkan industri rokok kretek menengah ke bawah. Belum lagi dengan adanya gambar seram di bungkus dikhawatirkan juga dapat menurunkan penjualan rokok karena masyarakat menjadi takut.

Untuk menolak Permenkes tersebut Koperku pada Senin (7/7) mendatang akan menggelar demonstrasi menutup jalan pantai utara (pantura) Kudus, Pati, dan Jepara. ”Pada aksi menutup jalan pantura itu, kami akan mendeklarasikan memboikot pelaksanaan pilpres,” tandas Rusdi.

Sekretaris Wilayah Komunitas Kretek Semarang, Adi Kurniawan yang mendampingi Koperku menyatakan mendukung langkah perusahaan rokok tersebut. ”Dua calon presiden belum ada keberpihakan terhadap industri rokok kretek dalam negeri yang terancam gulung tikar sehingga ikut mematikan petani tembakau,” ujar dia.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap Koperku tidak sampai melakukan aksi memboikot pilpres, ”Untuk itu Menteri Kesehatan supaya turun ke lapangan menemui mereka, supaya mengetahui kondisi riilnya,” imbuhnya. (ric/ton/ce1)

Silakan beri komentar.