MAGELANG– Belum kembalinya pemain dan pelatih PPSM Sakti membuat rencana manajemen menggelar turnamen segitiga terancam batal. Padahal, turnamen yang direncanakan melibatkan PPSM, PSCS Cilacap dan PSS Sleman itu diharapkan bakal mendatangkan uang.        
“Awalnya kita berencana menggelar turnamen segitiga itu pada pertengahan Juli besok. Hanya kami masih menunggu titik terang masalah finansial yang tengah kami hadapi. Jika nanti kami mendapatkan dana untuk membayar kekurangan satu bulan gaji dan dua kali bonus kemenangan, turnamen segitiga itu akan jadi digelar. Saat ini, kami masih menunggu. Pemain juga blum pada datang” kata Manajer PPSM Sakti Magelang, Widharto, kemarin.       
Dia mengaku untuk saat ini pihaknya belum mendapat kepastian dana untuk membayar gaji dan dua kali bonus kemenangan tersebut. “Sejauh ini, kami masih belum mendapatkan dana segar itu. Namun dari beberapa pertemuan dengan suporter, pengurus dan anggota pencab PSSI Kota Magelang yang merupakan anggota PPSM, sudah ada sedikit titik terang. Yang jelas, kami semua masih menunggu,” tegasnya.       
Sementara pelatih PPSM Sakti Magelang, M Hasan berharap, manajemen segera memenuhi hak-hak pemain tersebut. Pasalnya, pihaknya tidak bisa menggelar latihan lagi, karena pemain masih berada di kampung halaman masing-masing. 
Terlebih, beberapa pemain tidak bersedia kembali berlatih bersama PPSM, jika masalah gaji dan bonus itu belum diselesaikan. “Terus terang, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Saya sendiri juga tidak bisa memaksa pemain untuk berlatih bersama kembali. Namun kalau tunggakan satu bulan gaji dan dua bonus kemenangan itu bisa diselesaikan, saya sangat yakin, anak-anak akan kembali berlatih,” imbuhnya.       
Ditanya soal rencana turnamen segitiga, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti. “Memang sebelum libur kompetisi lalu, ada rencana untuk menggelar turnamen itu. Namun saya sendiri saat ini pesimis, hal itu akan jadi digelar. Namun kalau hak-hak pemain sudah diberikan, besar kemungkinan hal itu digelar,” lanjutnya.       
Dia mengatakan sejauh ini, gaji dan dua bonus kemenangan yang belum dibayar  itu, mencapai sekitar Rp 150 juta. Namun itu belum termasuk anggaran untuk makan dan minum. Total untuk menyelesaikan kompetisi musim ini, manajemen harus menyiapkan dana sekitar Rp 500 juta. “Dana sebesar itu diantaranya untuk, menyelesaikan tunggakan pemain. Gaji bulan Juni, akomodasi, dan biaya laga tandang ke Kudus, Semarang dan Temanggung. Sebenarnya, turnamen segitiga itu juga dapat sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan dana segar untuk PPSM. Hanya jadi tidaknya digelar, kami menunggu inisiatif manajemen untuk menyelesaikan dahulu tunggakannya itu,” tandasnya. (vie/lis)