PEKALONGAN-Para guru TPQ dan Madrasah Diniyah di Kota Pekalongan, bersuka cita. Pasalnya, Pemkot Pekalongan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar sebagai tunjangan bagi guru TPQ dan Madrasah Diniyah di tahun 2014 ini.
Dengan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar tersebut, tunjangan guru TPQ dan Madrasah Diniyah yang semula mendapatkan Rp 50 ribu, setiap bulannya, mulai tahun ini naik menjadi Rp 75 ribu perbulan. Anggaran itu akan dibagikan setiap 4 bulan sekali.
Mujahidi, 47, guru TPQ di salah satu Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (30/6) siang kemarin, mengungkapkan bahwa kenaikan tunjangan sebesar Rp 25 ribu, dinilainya sangat kecil. Jika dibandingkan dengan kontribusi para guru TPQ yang diberikan pada anak didiknya. Namun demikian, dirinya bersyukur, karena Pemkot masih mau memperhatikan guru TPQ dan Madrasah Diniyah.
“Kenaikan tunjangannya masih tidak sebanding, dengan kenaikan harga sembako. Tapi Alhamdulillah, masih dapat dan ada kenaikan tunjangan,” ungkap Mujahidin.
Kasubag Pendidikan dan Keagamaan, Bagian Kesra, Setda Pemkot Pekalongan, Muhamad Toro, mengatakan bahwa tahap pertama tunjangan guru TPQ dan Madrasah Diniyah, telah dibagikan kepada 2850 guru pada bulan April lalu. Menurutnya, tahap kedua akan dibagikan awal puasa atau pada bulan Juli, “Awal bulan Juli besok ini, kami bagikan tahap kedua, selanjutnya tahap ketiga akan dibagikan pada akhir tahun,” kata Toro.
Toro juga menjelaskan bahwa setiap tahapan jumlah uang yang disiapkan, sebesar Rp 855 juta. Dan masing-masing guru menerima Rp 300 ribu. Menurutnya, Pemkot memberikan anggaran tunjangan untuk tahun 2014 lebih besar, jika dibanding tahun sebelumnya.
“Sebelumnya hanya Rp 200 ribu, sekarang menjadi Rp 300 ribu, setiap 4 bulan sekali. Hingga saat ini, tercatat guru TPQ 1950 orang dan guru Madrasah Diniyah mencapai 900 orang,” jelas Toro. (thd/ida)