Musnahkan Miras, Wali Kota Terluka

103

PEKALONGAN-Sebanyak 3543 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dan jenis, Selasa (1/7) pagi kemarin, dimusnahkan oleh Polresta Pekalongan. Pemusnahan tersebut digelar serangkaian dengan peringatan HUT Bhayangkara Polri ke-68.
Namun acara tersebut diawali dengan pemecahan botol miras pertama oleh Kapolresta Pekalongan, AKBP Rifky. Kemudian diikuti pemecahan botol miras berikutnya oleh Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad. Namun tanpa sengaja, jari telunjuk kanan wali kota, tergores pecahan botol hingga mengeluarkan darah.
“Saya sangat bersemangat untuk memusnahkan miras, hingga tak terasa jari saya terluka,” ungkap wali kota yang langsung mendapatkan penanganan dari tim Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Polresta Pekalongan.
Kapolresta Pekalongan, AKBP Rifky mengatakan bahwa ribuan botol miras tersebut hasil operasi pekat (penyakit masyarakat, red) yang dilakukan selama 3 bulan terakhir. “Pelaku atau penjual mirasnya, sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Pekalongan,” tuturnya.
Meski begitu, katanya, operasi pekat akan terus dilakukan dan ditingkatkan tidak hanya pada bulan Ramadan. “Ini akan menjadi bagian dari operasi rutin yang dilakukan Polresta Pekalongan dalam memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekalongan, Abbu Ayas, menyesalkan, tidak tegasnya Pemkot Pekalongan dalam memberantas miras di Kota Pekalongan. Hiburan malam yang tetap beroperasi pada malam hari, masih memungkinkan adanya peredaran miras.
“Wali kota harusnya tegas. Semua hiburan malam, selama Ramadan harusnya tidak boleh beroperasi. Jangan setengah hati,” tegas Abbu Ayas. (thd/ida)