KENDAL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal mulai melakukan pengepakan logistik yang akan digunakan dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli nanti. Rencananya, logistik akan mulai didistribusikan ke PPK mulai Jumat (4/7) minggu ini.
Ketua KPU Kendal, Wahidin Said mengatakan bahwa pengepakan dilakukan per kecamatan dengan menyesuaikan jumlah TPS dan daftar pemilih di masing-masing TPS. “Dari 20 kecamatan, empat kecamatan sudah selesai. Kami targetkan tanggal pengepakan sudah dapat terselesaikan seluruhnya,” ujarnya, Selasa (1/7) kemarin.
Jumlah TPS di seluruh Kendal untuk Pilpres ini ada 1781. Masing-masing TPS akan menerima 2 kotak surat suara. Jadi seluruhnya ada 3562 kotak suara. Sedangkan untuk kebutuhan logistik akan dimasukkan ke dalam dua kotak surat suara.
Kotak pertama berisi alat coblos, seperti paku, benang, bantalan, amplop dan formulir C-C7 serta tinta untuk celup jari. “Sedangkan kotak lainnya berisi surat suara yang disesuaikan dengan daftar pemilih yang ada di TPS yang bersangkutan,” tandasnya.
Pengepakan logistik Pilpres sudah dilakukan sejak 30 Juni. Pengepakan logistik dilakukan PPK di masing-masing kecamatan. Namun, logistik selesai di-packing dan siap didistribusikan terkendala dengan minimnya tempat penyimpanan. Sebab KPU Kendal tidak memiliki gudang yang cukup. “Gudangnya memang tidak cukup, sementara ini kami simpan logistik di ruangan lain. Bahkan ada yang di luar (halaman),” tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya memastikan kondisi logistik aman. Sebab, selama proses pengepakan dan pendistribusian berlangsung, KPU setempat mendapat pengamanan ketat dari kepolisian Polres Kendal. Sedangkan pengamanan dari ancaman hujan, pihaknya menyiapkan tenda di halaman KPU yang digunakan menyimpan logistik. “Ada dua personel polisi yang menjaga 24 jam. Selain itu, security KPU juga ikut membantu menjaga keberadaan logistik,” ucap Said.
Koordinator Logistik KPU Kabupaten Kendal, Santoso menyampaikan bahwa pengepakan logistik dipastikan selesai 4 Juni, sekaligus pendistribusian di hari pertama. “Pendistribusian akan dilakukan mulai 4-6 Juni. Yakni dengan mendahulukan kecamatan terjauh, seperti Plantungan, Sukorejo, Boja dan sebagianya,” kata Santoso. (bud/ida)