JPO Tak Berizin Kembali Didirikan

109

UNGARAN – Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang semula dibongkar karena tidak berizin, oleh pemiliknya kembali didirikan. Padahal sejumlah kalangan termasuk DPRD Kabupaten Semarang meminta JPO yang kala itu didirikan di depan pabrik jamu Sido Muncul dibongkar. Tetapi setelah dibongkar, pemilik kembali mendirikan JPO di depan SMA Negeri 1 Bergas Jalan Soekarno-Hatta. Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Semarang memastikan pendirian bangunan JPO yang melintang di jalan yang akan dimanfaatkan untuk reklame tersebut tidak ada izinnya.
Pantauan di lokasi proyek pembangunan JPO, Selasa (1/7) siang kemarin, sejumlah pekerja mulai memasang kerangka besi untuk konstruksi JPO. Pekerjaan konstruksi kerangka besi bangunan JPO yang melintang di jalan sudah berjalan sekitar seminggu. Bangunan kerangka JPO sudah selesai termasuk tiang penyangga iklan setinggi 5 meter juga terpasang. Pekerja tinggal memasang pagar pengaman serta lantai dan tangga. Bangunan JPO juga sebagian menggunakan lahan milik SMA Negeri 1 Bergas dan SMP Kanisius Bergas.
”JPO ini yang sebelumnya di dekat Sido Muncul, lalu dibongkar dan dipasang di sini. Saya tidak tahu ini milik siapa, saya hanya bekerja membangun konstruksi,” kata seorang pekerja yang keberatan menyebutkan namanya dan memilih pergi menghindari wartawan.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, memastikan JPO tersebut belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, menurut Soekendro, sepertinya pembangunan JPO tersebut sudah ada kerja sama dengan Pemkab Semarang yakni dengan Bagian Tata Pemerintahan.
”Iya, memang JPO ini belum ada IMB-nya. Kalau untuk persetujuan titik pemasangannya sepertinya sudah ada, coba tanya dengan Bagian Tapem (Tata Pemerintahan),” tutur Sukendro, Selasa (1/7) siang.
Terpisah, pemilik JPO, Yohannes, mengakui belum mengantongi IMB. Pihaknya berani membangun JPO karena telah berkoordinasi dengan pihak Pemkab Semarang dan memperbolehkan mengerjakan sembari menunggu izinnya keluar. Selain itu, pihak SMA Negeri 1 Bergas juga yang meminta agar pembangunan selesai sebelum Lebaran.
”Memang IMB belum keluar, tetapi kami sudah koordinasi dengan pemkab untuk meneruskan pekerjaan, IMB-nya menyusul. Pihak sekolah juga berharap pembangunan segera selesai sebelum Lebaran. Saya kira juga tidak masalah, karena iklannya saja belum berjalan,” tutur Yohanes.

Kepala SMA 1 Bergas, Jatmi, tidak bisa ditemui karena libur. Salah seorang guru SMA 1 Bergas, Solihin, mengaku tidak tahu-menahu masalah JPO. ”Saya tidak tahu karena yang ikut rapat kepala sekolah,” kata Solihin. (tyo/aro/ce1)