Ramadhan On The Street di Masjid Al Mansur Kauman Wonosobo

Masjid Al Mansur Wonosobo, tercatat sebagai salah satu masjid tua di Wonosobo. Memasuki bulan puasa, ada kegiatan rutin yakni Ramadhan on the Street.

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

Masjid Al Mansur Wonosobo, letaknya di Kampung Kauman sekitar 300 meter dari Alun-Alun Wonosobo. Memasuki bulan Ramadan terdapat pemandangan berbeda dibanding hari biasa.
Biasanya pemandangan itu, mulai muncul sekitar pukul 14.00, deretan payung warna-warni dan lapak, mulai ramai digelar. Puluhan pedagang mulai menjajakan makanan berupa minuman, cemilan hingga makanan besar.
Umumnya, jajanan yang disajikan dikhususkan untuk berbuka puasa. Satu jam kemudian, kepadatan tidak terhindarkan. Ratusan pembeli memadati sepanjang mendekati tiap lapak, untuk membeli makanan dan minuman berbuka puasa.
Sementara itu, di depan halaman Masjid Al Mansur, berdiri panggung lengkap dengan alat musik. Saban sore, pertunjukan musik dihelat oleh berbagai komunitas, dari musik rebana, solawat hingga musik rock. Panggung itu, setiap sore tidak pernah sepi.
Selain pertunjukan musik, secara tematik digelar bincang binsis. Dimulai menggundang praktisi bisnis kayu, bisnis mobil hingga bincang mengenai fotografi.
Menurut Haqqi El Anshary tokoh pemuda Kauman, kegiatan Ramadan on the street sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini, dibuat untuk mengakomodasi pedagang makanan kecil dan minuman, yang saat bulan puasa biasanya libur jualan, diorganisir agar tetap jualan sore hari.
“Kalau pedagang kecil sampai libur sebulan, mereka bisa kehilangan modal. Agar tetap bisa mendapatkan pemasukan, kami kemas dalam Ramadhan on The Street,”katanya.
Haqqi menyebutkan, jumlah pedagang dari tahun ke tahun terus bertambah. Pada tahun awal hanya sekitar 30-an pedagang, saat ini sudah mencapai 50 pedagang. Selain  memudahkan dalam menyediakan sarana jualan, pemuda Kauman juga menggaet lembaga keuangan agar bisa memberikan bantuan modal.
“Kami bekerja sama dengan dana mulia, dari sini pedagang bisa pinjam yang penting untuk berdagang dan bisa dicicil tiap hari,” ujarnya.
Selain aktivitas dagang, untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa, Haqqi menggandeng banyak komunitas, dari komunitas salawat, rebana hingga komunitas musik rock. Nah setiap sore selain dilakukan bincang bisnis digelar pertunjukan musik.
Untuk memumpuk rasa kebersamaan, lanjut Haqqi, tiap sore juga digelar buka bersama antarkomunitas. Untuk penyedia makanan takjil dari berbagai orang yang mengalokasikan makanan untuk sedekah.
“Ramadhan on The Street milik semua orang, milik semua komunitas tujuannya memaknai Ramadan penuh persaudaraan,” pungkasnya. (*/lis)