Tertipu Danyon TNI Gadungan, Rp 4 Juta Raib

88

BARUSARI – Nasib apes dialami Khoirul Basri, 27, warga Jatingaleh Semarang. Anggota TNI ini tertipu seorang lelaki yang mengaku sebagai komandan Batalyon Arhanudse 15 Semarang. Alhasil, uang tabungan sebesar Rp 4 juta miliknya harus melayang ke rekening Danyon gadungan tersebut. Merasa dirugikan, ia akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke Polrestabes Semarang.
Penipuan ini bermula ketika Khoirul mendapatkan panggilan telepon dari nomor asing, Jumat (27/6) sekitar pukul 19.30. Setelah diangkat, ia sempat kaget mendengar seorang lelaki mengaku sebagai komandan Batalyon Arhanudse 15 Semarang. Omongan yang sangat menyakinkan membuat Khoirul percaya. Apalagi di kesatuannya memang baru ada pergantian sang komandan baru. ”Ngakunya sebagai komandan dan meminta nomor disimpan. Saya percaya, karena omongannya meyakinkan,” katanya melapor.
Dalam obrolan singkat, sang komandan meminta bantuan karena hendak meminjam uang. Dengan berbagai bujuk rayu dan alasan, Khoirul akhirnya memberikan pinjaman uang sesuai dengan permintaan tersebut. ”Sang komandan,” berdalih jika ATM miliknya sedang rusak dan membutuhkan uang. Khoirul langsung mentransfer uang melalui ATM BRI Unit Jangli ke rekening Danyon gadungan tersebut. ”Saya kirim Rp 4 juta. Bilangnya nanti akan diganti dan saya diminta ke rumahnya,” imbuhnya.
Usai ditransfer, sang penelepon kembali menghubungi dengan dalih uang yang dikirim masih kurang. Saat itulah, Khoirul mulai curiga dan merasa tertipu. Dengan perasaan penasaran, ia langsung mendatangi rumah Danyon Arhanudse 15 Semarang untuk menanyakan kebenaran permintaan tersebut.
Khoirul kaget ketika mendengar jawaban bahwa Danyon yang baru tidak pernah meminta atau meminjam uang. ”Saat itu baru sadar jika saya sudah tertipu. Padahal uang Rp 4 juta semua sudah telanjur terkirim,” tambahnya.
Khoirul cukup berang, karena sang pelaku masih terus menghubunginya. Ia tidak habis pikir bagaimana pelaku memiliki nomor ponsel dan kenal namanya. Sejumlah rekan Khoirul juga sempat mendapatkan SMS dan telepon yang sama dari pelaku. Merasa dirugikan, ia akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke Polrestabes Semarang.
”Jangan sampai kejadian seperti ini memakan korban lagi. Karena banyak teman saya yang juga dihubungi pelaku dengan modus sama,” tambahnya. Kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polrestabes Semarang. (fth/ton/ce1)