Tangkis Fitnah dengan Penjelasan Rasional

146

PEDURUNGAN–Ketua Relawan Jokowi–JK Jateng, Ganjar Pranowo meminta seluruh elemen relawan mengantisipasi maraknya kampanye hitam yang ditujukan kepada capres Jokowi. Fitnah yang masif tersebut harus ditangkal dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Ganjar memperinci sejumlah fitnah yang ditujukan kepada Jokowi tersebut. Di antaranya mantan Wali Kota Solo tersebut dikatakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen. “Wong wajahnya koyo ngono kok dikatakan China, tapi misalnya China beneran apa salah? Wong sudah haji kok dikatakan Kristen, tapi misalkan Kristen beneran apa ya salah?” ujarnya dalam Pengarahan dan Konsolidasi Organisasi Relawan Pemenangan Jokowi–JK Jateng di Panti Marhaenis, kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Sabtu (28/6).
Black campaign lain yang dilontarkan di antaranya ada isu jika Jokowi–JK menang, Menteri Agama akan berasal dari Syiah, dan Presiden Boneka. Bahkan di Solo dikatakan Jokowi adalah PKI. “Soal menteri kan belum pernah ngomong, koalisi kita tanpa syarat,” imbuhnya.
Menurut Ganjar, fitnah yang masif tersebut terjadi karena ada pihak-pihak yang sangat ketakutan jika Jokowi–JK menang Pilpres. Berbagai isu negatif tersebut menurutnya hanya bisa ditangkal dengan memberikan penjelasan yang rasional. Dia mengajak relawan agar dalam waktu pencoblosan yang tinggal 11 hari ini terus bekerja keras.
Lebih lanjut Ganjar juga terkejut dengan langkah Bupati Banjarnegara Tejo Slamet Utomo. Bupati yang diusung PDIP itu membelot dengan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sebenarnya, pilihan politik tidak begitu dipersoalkan Ganjar. Namun Ganjar meminta sebaiknya Tejo mendeklarasikan secara terbuka agar publik tahu sikap pemimpinnya. “Ya bagusnya Pak Tejo declare, terimakasih pada PDI Perjuangan. Tapi hari ini saya mendukung ini, terbuka kan enak,” katanya
Menurutnya, selama ini Bupati Banjarnegara juga ikut aktif dalam rapat-rapat di PDI Perjuangan. Ganjar tidak mengetahui apa yang menyebabkan Tejo menyeberang. Namun ditegaskannya, jika betul sudah tidak cocok dengan PDI Perjuangan, sebaiknya menyampaikan secara terbuka.
Hal yang sama juga berlaku bagi mantan Wagub Jateng Rustriningsih yang santer diberitakan condong ke Prabowo-Hatta. Ganjar mempersilahkan Rustri menentukan pilihan secara terbuka. “Silahkan Bu Rustri kalau mau dukung pasangan nomor urut satu, tapi jangan main sembunyi, dibuka saja ndak papa kok,” sindirnya. (ric/ida)