Sediakan Rp 2,5 T untuk Penukaran

162

TEGAL – Memasuki bulan Ramadan, Bank Indonesia (BI) Tegal memproyeksikan angka transaksi penukaran uang mengalami peningkatan. Karena itu bank sentral yang membawahi perbankan se-Karesidenan Pekalongan ini menyiapkan dana Rp 2,5 triliun, guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Tegal Bandoe Widiarto mengatakan, tren penukaran uang pecahan di kantornya sudah meningkat dari Rp 400 juta menjadi Rp 700 juta per hari. Peningkatan ini sudah terjadi sejak pekan kemarin. “Karena itu, memasuki Ramadan ini kami bersiap-siap secara maksimal, supaya bisa melayani penukaran secara baik,” katanya.
Dijelaskan, BI mulai membuka layanan penukaran uang untuk masyarakat dari 30 Juni hingga menjelang Lebaran mendatang atau 24 Juli. Pelayanan diberikan pada Senin hingga Kamis, mulai pukul 08.00-12.00.
Selain itu, bagi instansi pemerintah dan swasta diimbau melakukan penukaran secara kolektif, tidak one by one. Dicontohkan instansi A bisa mengumpulkan dan mendata pegawainya yang hendak menukarkan uang. Setelah itu dikirim melalui fax sehari sebelumnya ke BI. “Kami sengaja mengubah sedikit kebiasaan penukaran dari tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya supaya layanan BI bisa lebih optimal,” ujarnya.
Lebih jauh Bandoe menguraikan, tidak hanya BI yang melayani penukaran uang pecahan. Selama Ramadan hingga Lebaran, masyarakat juga bisa melakukan penukaran di bank-bank umum atau BPR.
Dibeberkan dari Rp 2,5 triliun yang disiapkan BI, itu dibagi untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat. Perbankan untuk melayani penukaran dan memenuhi kebutuhan ATM. “Khusus penukaran untuk masyarakat alokasinya sekitar Rp 38 miliar. Besaran ini lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang kurang lebih hanya Rp 29 miliar,” imbuhnya.
Disinggung batasan penukaran, Bandoe menegaskan, secara prinsip tidak ada pembatasan. BI hanya melakukan pengaturan supaya terjadi pemerataan. Dia mengimbau, masyarakat jangan menggunakan jasa calo saat akan menukarkan uangnya.
Sebab hal tersebut akan menimbulkan resiko, seperti jaminan ketepatan jumlah, keaslian uang dan terkena potongan biaya. Supaya pelayanan cepat dan tertib, imbuh dia, sebelum ditukar uang sudah ditata searah. “Jadi masuk loket sudah siap, dan prosesnya akan cepat,” pungkasnya. (adi/jpnn/ric)