Satu Calon Sekda Gugur

253

Besok Mulai Uji Kompetensi

GUBERNURAN – Seorang peserta seleksi terbuka calon Sekda Jateng, Amra Muslimin dinyatakan gugur karena tidak hadir dalam uji gagasan tertulis di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (28/6). Amra yang juga pejabat dari Kabupaten Lubuk Linggau, Sumatera Selatan tersebut dikabarkan tidak datang karena gagal mendapatkan tiket pesawat ke Semarang.
”Dari 17 orang ada satu orang calon Sekda yang tidak hadir pada uji gagasan tertulis,” kata Plt Sekda Jateng, Sri Puryono, Senin (30/6).
Sesuai ketentuan panitia seleksi (pansel), calon Sekda yang tidak mengikuti salah satu tahapan seleksi dinyatakan gugur. Setelah uji gagasan, kata dia, tahapan selanjutnya dilakukan penulusuran rekam jejak dari masing-masing calon Sekda Jateng.
”Masyarakat bisa menyampaikan rekam jejak masing-masing calon Sekda kepada tim pansel Sekda,” ujar Sri Puryono yang juga peserta seleksi calon Sekda Jateng ini.
Ketua Pansel Promosi Terbuka Calon Sekda Jateng Prof Sudharto P. Hadi mengatakan, Amra mengaku tidak bisa hadir karena tidak mendapat tiket pesawat. Pansel tidak bisa memberi kelonggaran waktu, sehingga sesuai peraturan, yang bersangkutan dinyatakan gugur. ”Kami sudah memberitahukan jadwal tes empat hari sebelumnya, tapi yang bersangkutan menyatakan tidak bisa hadir,” katanya.
Dengan absennya Amra, uji gagasan tertulis hanya diikuti 16 peserta. Pansel meminta para calon membuat makalah pendek dalam selembar kertas yang harus dibuat secara spontan pada saat tes. Makalah berisi tiga gagasan pokok. Yakni, analisis kritis tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Jateng, dan gagasan atau apa yang akan dilakukan calon seandainya lolos menjadi Sekda Jateng. Selain itu, calon juga diminta menguraikan tugas utama Gubernur Jateng.
”Makalah tersebut tidak disertai nama, hanya nomor tes. Sehingga anggota pansel yang menilai tidak mengetahui pemilik makalah yang dikoreksi,” ujarnya.
Seleksi selanjutnya adalah tes kompetensi pada 2-3 Juli yang dilaksanakan tim asesor dari Mabes Polri. Tes meliputi kompetensi dasar dan umum, psikologi, sikap, pengetahuan umum, dan manajerial. Tes dilaksanakan di Wisma Perdamaian, mulai pukul 07.30.
Ke-16 calon sekda Jateng terbagi atas 10 calon internal. Yakni Sri Puryono (Plt Sekda Jateng), M. Tamzil (staf ahli gubernur), Herru Setiadhie (Kepala Bappeda), Ihwan Sudrajat (staf ahli gubernur), Siswo Laksono (Asisten Pemerintahan), Yuni Astuti (Kepala BPMD), Tegoeh Wynarno Haroeno (Kepala Dinas Perkebunan), Rudy Apriyantono (Kepala Biro Bina Mental), Arief Irwanto (Kepala Satpol PP), dan Sujarwanto Dwiatmoko (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM).

Sedangkan 6 calon eksternal adalah Sugeng Hariyono (Puslitbang Pemerintahan Umum dan Kependudukan, Balitbang, Kemendagri), Togap Simangunsong (Asisten Deputi Urusan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Kemenko Kesra), dan Bambang Warsito Adi (Dosen UNS), Slamet Singgih Purnomojati (Asisten Administrasi dan Keuangan Pemkab Pati), Utomo Sidi Hidayat (Kepala Bapermasdes Pemkab Karanganyar), dan Sutrisno (Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Purworejo.
Plt Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi menyatakan, tidak mempermasalahkan Sekda Jateng nantinya dari internal atau eksternal. ”Tidak masalah Sekda berasal dari internal atau eksternal Pemprov Jateng yang penting mampu dan mumpuni,” katanya.
Menurut dia, jabatan Sekda sangat strategis karena harus bisa mengoordinasikan semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemprov Jateng. Untuk itu dibutuhkan sosok yang mumpuni, mampu menjalin komunikasi dengan semua pihak, baik di dalam maupun luar pemprov.
”Kami tidak bisa menilai dari para calon Sekda itu siapakah yang layak menjadi Sekda Pemprov Jateng mendatang. Semoga pansel bisa memilih yang terbaik,” ungkapnya. (ric/aro/ce1)