Saat Jambore Per Mobil Patah, Anggota Ikut Menunggu 5 Jam

208

Lebih Dekat dengan Magelang Independent Fiat Community Magelang

Magelang Independent Fiat Community (Magnifico) adalah komunitas pecinta mobil Fiat di Magelang. Komunitas ini jatuh cinta pada Fiat karena memiliki keunikan tersendiri. Bagaimana pengalamannya memiliki mobil antik?

PUPUT PUSPITASARI, Magelang

Mobil-mobil kuno memang memiliki pesona tersendiri. Tak khayal, jika mobil keluaran Italia Turin seperti Fabbrica Italiana Automobili Torino (FIAT)  masih memiliki pecintanya hingga kini. Salah satunya komunitas mobil FIAT di Magelang menamakan dirinya
Berdiri sejak Maret 2011, Magnifico awalnya hanya beranggotakan 11 orang dengan 11 unit mobil. Kini sudah mencapai 34 unit mobil Fiat dengan 34 anggota yang aktif pula.
Awalnya memang sulit untuk mengumpulkan dan membangun suatu jaringan komunitas yang solid. Banyak hal yang menghalangi untuk mencapai kejayaan. Pasang surut anggotapun pernah dirasakan.
Ketua Magnifico T. Yoga Setiawan, 41, menuturkan, komunitas ini didirikan agar masyarakat luas mengetahui bahwa pecinta mobil Fiat ada di Magelang. “Tujuan mendirikan Magnifico adalah utuk show up, bahwa kami ada. Selain itu, untuk menjalin persahabatan dan kekeluargaan,” katanya.
Yoga mengatakan, keuntungan mengikuti komunitas ini tak lain untuk mencari teman yang sehobi. Dengan begitu, mudah baginya untuk bertukar pikiran tentang pengetahuan Fiat, cara perawatan sampai spare part mobil. “Di sini satu hobi berkumpul, sehingga sangat menarik jika sudah membahas Fiat. Nyambung dan sangat menguntungkan,” ujarnya.
Memang tak mudah untuk mendatangkan spare part mobil Fiat, apalagi segmentasi dari komunitas ini adalah menegah ke bawah yang beranggotakan dari Kabupaten dan Kota Magelang. Sehingga, untuk membeli yang original masih pikir-pikir.
“Itu bagian dari kendala kami dari sisi spare part. Kalau original sangat mahal, dan memang langka. Biasanya kita cari lokal saja dari Tangerang,” ujarnya.
Untuk show up, komunitas ini pernah mengadakan beberapa event, seperti rally Fiat Magelang dan gathering ke Pantai Glagah bulan Maret lalu. “Kami bangga punya mobil kuno. Kami show up setiap minggu malam kumpul di depan Metro Square. Tak hanya kumpul biasa saja, tapi kami melakukan kegiatan penghapusan gambar atau kata-kata yang kurang sopan yang dilakukan vandalisme,” imbuhnya.
Komunitas ini juga pernah diminta Pemerintah Kota Magelang untuk menjadi bagian dari kirab Adipura Kencana 2014 . “Sebagian dari kami rally di acara itu, namun ada kendala karena sebentar-sebentar berhenti, menyebabkan mobil kami panas dan beberapa anggota kami tidak mengikuti sampai selesai,” ujar Yoga menceritakan pengalamannya ikut kirab Adipura.
Anggota Magnifico memiliki jenis mobil, d iantaranya Fiat Topolino, Copper, Kepik, Fiat 500 cc, Fiat 124, Fiat 125 dan Fiat jenis Uno yang paling baru. “Rata-rata unit mobil keluaran tahun 1974 sampai 1976,” ungkapnya.
Soal perawatan mobil kuno Fiat bisa dibilang relatif. Jika menginginkan mahal berarti spare part original, jika ingin murah ya mencari yang lokal saja. “Biasanya hanya dari segi cat, kaca dan velg ban saja yang diperbaiki. Kalau ada kerusakan mesin, biasanya disiasati dengan cara kanibal,” paparnya.
Kanibal dalam dunia otomotif adalah menganti mesin baru dan tahun yang muda, namun bodi tetap kuno. “Itu cara kami menyiasati problem saja, karena untuk mendapatkan mesin yang aslipun sangat susah dan butuh biaya banyak. Mesin baru untuk menghindari banyak trobel seperti mogok,” ungkapnya.
Namun Yoga mengatakan, tahun ini adalah tahun keberuntungan bagi komunitasnya. Saat jambore Fiat nasional di Cirebon mendapat doorprize 1 unit mobil Fiat tahun 1974 yang saat ini digunakan oleh salah satu anggotanya. “Magnifico juga membawa pulang 3 piala, untuk kategori Fiat original diperoleh saudara Joni, kategori Best Paint dan Best Audio diperoleh saudara Bayu,” imbuhnya.
Yoga berbagi cerita soal pengalaman menarik saat perjalanan akan mengikuti jambore. Tiba-tiba mobil mogok, karena per patah. Harus mencari bengkel las, dan melakukan perbaikan sekitar 5 jam. “Di situlah merasakan kebersamaan saat semua anggota menunggu. Dan di situlah kami menunjukkan bahwa kami setia kawan dan kita adalah bagian dari keluarga,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Yoga dan teman-temannya memiliki cita-cita mengadakan jambore nasional (se-Jawa-Bali) di Magelang. Mengingat kendala perizinan dan biaya yang tak sedikit. “Kami tetap optimistis, suatu saat impian kami terwujud,” tandasnya.
Untuk mengisi kegiatan bulan puasa ini, pihaknya bersama Magelang Clasical (MCC), komunitas VW, komunitas Holden akan menggelar ngabuburit bersama di depan Taman Lansia Kota Magelang. “Ini kami tunjukan bahwa walau berbeda komunitas, namun kami rukun dan saling mendukung,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, keinginanya untuk menambah anggota. “Jika ada yang ingin bergabung, kami sangat senang. Baik yang mempunyai mobil ataupun tak punya mobil, kami tetap menerima dengan baik. Mari kita bersatu dan bersahabat,” pungkasnya. (*/lis).