MIROTO – Memasuki bulan puasa, pelaku pembobolan rumah kembali beraksi. Kali ini giliran rumah Rudi Kurniawan, 31, warga Batan Miroto nomor 533 RT 05 RW 02, Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Semarang, yang menjadi sasaran para pelaku. Kejadian tersebut baru diketahui oleh Rudi usai pulang kerja pada Sabtu (28/6), sekitar pukul 18.30.

Dalam peristiwa tersebut, Rudi dan keluarga mengalami kerugian berupa berbagai perhiasan emas seberat 100 gram senilai Rp 40 juta, dua arloji merek Rado senilai Rp 2,5 juta dan Esprit senilai Rp 3 juta. Barang-barang tersebut dibawa kabur oleh pelaku setelah berhasil masuk ke rumah korban dengan cara merusak gembok dan kunci pagar serta pintu rumah.

Rudi mengaku, sebelum kejadian rumah memang ditinggalkan dalam keadaan kosong sejak pukul 15.30. Saat itu Rudi berangkat kerja, sedangkan orang tua dan adiknya belum pulang ke rumah. ”Rumah memang kosong, saya pergi kerja dan yang lain juga pergi sejak siang,” ujarnya saat melapor ke Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Sekitar pukul 18.30, lanjut Rudi, ia pulang dari bekerja dan langsung menuju ke rumah. Sesampainya di rumah Rudi belum merasakan ada keanehan hingga akhirnya ia masuk ke dalam rumah. Betapa kagetnya Rudi saat mengetahui rumah dalam keadaan berantakan. ”Barang-barang semua acak-acakan. Paling parah di kamar orang tua dan adik saya,” lanjutnya.

Mendapati hal itu, Rudi pun langsung memeriksa barang-barang sembari menghubungi orang tua dan adiknya. Hingga diketahui barang-barang berharga seperti emas dan arloji telah hilang dari tempatnya. Tanpa pikir panjang, Rudi pun langsung melaporkannya ke Mapolrestabes Semarang. Petugas yang mendatangi lokasi kejadian mendapati pintu rumah dan pagar dalam keadaan rusak, sedangkan bukti-bukti sedang dalam penyelidikan. (har/jpnn/ton/ce1)