UNGARAN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan daging, telur dan susu di Jawa Tengah memasuki bulan Ramadan hingga Idul Fitri mendatang aman bahkan surplus. Namun yang menjadi permasalahan banyak petani atau pengepul ternak menahan diri tidak menjual ternak sampai mendekati Idul Adha. Sehingga harga ternak melambung yang berimbas pada naiknya harga daging. Apalagi ditambah meningkatnya permintaan daging dari masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Jawa Tengah, Whitono, mengatakan, ketersediaan daging sapi maupun ayam serta telur dan susu murni menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2014 ini tercukupi dan aman selama 3 bulan ke depan. Daging sapi dan ayam akan dipenuhi dari daerah sendiri dalam bentuk ternak hidup siap potong.
“Sementara untuk telur ayam ras akan mengalami peningkatan puncak permintaannya dua minggu menjelang Lebaran. Untuk pasokan telur ayam selama ini dapat dipenuhi dari daerah sendiri. Secara keseluruhan untuk komoditas daging sapi, ayam dan telur tercukupi atau surplus,” ujar Whitono saat ditemui Radar Semarang di Ungaran.
Selain daging dan telur, komoditas susu segar permintaannya juga meningkat karena banyak digunakan untuk membuat kue. Kebutuhan susu 507.957.191 liter, sedangkan ketersediaan 516110.125 liter.
Ditambahkan Kabid Kesehatan dan Veteriner Disnakeswan Provinsi Jateng, Saiful Latif, masyarakat juga perlu mewaspadai penjualan daging atau produk peternakan yang sudah kedaluwarsa. (tyo/aro)