Pendukung Jokowi Bakar Obor Rakyat

117

WONOSOBO –  Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding meminta polisi untuk bertindak tegas terhadap peredaran tabloid Obor Rakyat. Pasalnya pada pekan terakhir ini, sejumlah kader PKB menemukan sejumlah pesantren  serta kantor kelurahan di Wonosobo mendapatkan tabloid obor rakyat yang dikirim secara rapi.
“Cara yang dilakukan tabloid Obor Rakyat adalah cara kampanye hitam. Kepolisian harus menyetop peredaran Obor Rakyat edisi terbaru,” kata Abdul Kadir Karding Sabtu (28/6) usai pelakukan pertemua dengan kader PKB di Wonosobo.
Karding menyayangkan, sampai saat ini tabloid tersebut masih terus dikirim oleh pihak tak bertanggung jawab ke sejumlah pesantren. Dia menyebutkan sejumlah pesantren di Wonosobo serta kantor desa juga mendapatkan kiriman tabloid yang isinya dinilai menyesatkan ini.
“Penyidik mestinya menjatuhi hukuman kepada pembuat dan penyebar tabloid ini,”katanya.
Untuk memotong distribusi tabloid ini, Karding sudah bekerja sama dengan para santri, laskar dan banser melakukan penyisiran ke semua pondok pesantren dan kantor kelurahan dan kepala desa di Wonosobo.
“Operasi ini dilakukan terorganisasi secara kuat dan tidak dilakukan oleh amatiran. Pengiriman barang ada yang lewat pos, ada juga lewat orang yang tidak dikenal,” imbuhnya.
Untuk menangkis dampak kampanye hitam oleh Obor Rakyat, Karding mengakui aktif melakukan pertemuan dengan para kiai kampung di semua kabupaten. Melalui kiai kampung ini, segala fitnah terhadap Jokowi- JK bisa diklarifikasikan.
“Kiai kampung ini dekat dengan warganya dan jamaahnya, lewat berbagai pertemuan informasi sesat bisa diklarifikasi. Kita sudah melakukan terhadap kiai kampung menjelaskan fitnah yang berkembang ini. agar tidak memilih kelompok yang suka memfitnah,”katanya.
Usai melakukan pertemuan, laskar pendukung Jokowi-JK kemudian membakar ratusan eksemplar tabloid Obor Rakyat yang disebar di sejumlah pesantren. (ali/lis)