Terpisah dan Tersesat di Gunung Sumbing     

MUNGKID– Seorang pendaki Gunung Sumbing ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi lemas dan trauma setelah dinyatakan tersesat sejak Sabtu (28/6) kemarin. Korban yang diketahui bernama Aris Wicaksono, 17, warga Purworejo ini ditemukan di pinggir sungai di ketinggian 2000 Mdpl.
“Korban yang dilaporkan hilang ditemukan sekitar pukul 11.30 siang kemarin. Korban selamat namun mengalami trauma dan lemas,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Semarang Waluyo Raharjo, kemarin.
Dia mengatakan awalnya korban diberitakan hilang setelah mendaki Gunung Sumbing bersama 16 rekannya asal SMA N 1 Purworejo. Untuk menaiki Gunung, mereka membagi diri menjadi 4 kelompok. Masing masing kelompok berjumlah 4 orang siswa.       
Tiga kelompok masing masing melakukan pendakian melalui jalur Temanggung, Wonosobo dan Parakan. Sementara Aris Wicaksono bersama tiga temannya melakukan pendakian dari Kaliangkrik.            
Pada Sabtu (28/6) kemarin seharusnya rombongan sudah kembali ke pos pendakian Kecamatan Kaliangkrik bersama tiga temannya. Namun dia saat itu tidak turut bersama temannya tersebut.          
“Diduga Aris terpisah  dari rekan-rekannya saat perjalanan turun hingga akhirnya tersesat,” kata dia. Menurutnya, korban tersesat saat turun karena terjadi kabut. “Kita belum bisa banyak gali informasi karena korban syok,” katanya.
Bahkan, kondisi korban sangat lemas serta mengalami trauma,  sehingga tim SAR harus memberikan pertolongan medis. “Tim SAR saat mencari mendengar teriakan korban minta tolong, setelah dicek ternyata korban berada di pinggir sungai. Saat itu korban lemas duduk sambil teriak minta tolong”, kata Waluyo.
Pencarian korban, kata dia melibatkan Badan SAR Nasional  Pos SAR Yogyakarta, Polsek Kaliangkrik, SAR Kabupaten Magelang, BPBD Kabupaten Magelang, SAR Purworejo dan relawan lainnya. Laporan pertama kali didapatkan sejak Minggu pagi pukul 05.00.     
Menurut Waluyo tim SAR gabungan yang berjumlah sekitar 30 personel tidak terlalu kesulitan untuk menemukan korban, karena kondisi korban masih sadar dan bisa berkomunikasi dengan teriak minta tolong.     
Justru tim kesulitan saat mengevakuasi korban untuk dibawa turun ke pos pendakian di Kecamatan Kaliangkrik. “Korban dalam kondisi lemas sehingga harus dievakuasi dengan digendong, sehingga korban baru sampai di pos pendakian pada pukul 13.45. Setelah berhasil sampai di pos pendakian korban disambut oleh keluarganya  untuk dibawa ke rumah sakit  guna mendapatkan perawatan, “ kata Waluyo.
Slamet Raharjo, warga setempat mengatakan pertama kali melihat tiga rekannya turun dalam kondisi panik. Mereka mengaku sudah mencari korban namun belum ditemukan. “Hingga akhirnya mereka memilih turun dan mencari bantuan,” ungkapnya. (vie/lis)