Hotel-Hotel di Kota Semarang Sambut Ramadan

Bikin Miniatur Masjid Agung Demak dari Kurma
Sejumlah hotel berbintang di Kota Semarang menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan membuat sejumlah kreasi. Hotel Dafam Semarang membuat miniatur Masjid Agung Demak dari buah kurma. Sedangkan Hotel @Hom membuat menara masjid dengan botol bekas. Seperti apa?

NUR WAHIDI, Sekayu

ADA pemandangan beda di loby Hotel Dafam Semarang kemarin. Sebuah miniatur masjid berdiri di loby hotel yang berada di Jalan Imam Bonjol ini. Bukan sembarang replika masjid. Sebab, miniatur tempat ibadah yang dilengkap orang-orangan yang sedang menunaikan salat itu terbuat dari susunan buah kurma.
”Replika masjid ini kami buat untuk menyambut bulan suci Ramadan. Kami ingin suasana Ramadan terasa di hotel ini, makanya kami membuat replika masjid yang bernuansa islami,” kata Public Relations Hotel Dafam Semarang, Namira Fanessa kepada Radar Semarang.
Menurut Namira, dipilihnya replika bangunan Masjid Agung Demak karena masjid di Kota Wali tersebut merupakan ikon penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. “Ini sebagai bahan refleksi dalam menyambut ramadan,” ujarnya.
Dijelaskan, masjid setinggi sekitar 1,5 meter itu dilengkapi menara khas Masjid Agung Demak. Miniatur tersebut dikerjakan oleh tim engineering dan kitchen Hotel Dafam Semarang selama seminggu dengan menghabiskan lebih dari 50 kg buah kurma. ”Bangunan dalam masjid juga dilengkapi miniatur orang-orangan yang sedang salat berjamaah,” katanya.
Dikatakan, sebelum dilapisi susunan buah kurma, kerangka masjid itu dibuat dari kayu dan triplek. Selain itu, bahan lainnya adalah wallpapper, lampu hias, karpet, kertas daur ulang, serta cat kayu sebagai pelengkap.
Tak hanya bangunan miniatur Masjid Agung Demak, hotel ini juga menyajikan menu khas ramadan yang menggunakan bahan buah kurma. Namanya gulai iga sapi kurma. “Menu spesial selama ramadan ini manfaatklan buah kurma dicampur bahan rempah-rempah gulai,” tutur chef executive Dafam Semarang, Trie Pujiati.
Suasana ramadan kemarin juga terlihat di Hotel @Hom Semarang. Di hotel yang berada di bilangan Jalan Pandanaran ini membuat replika menara masjid menjulang setinggi 3,5 meter. Uniknya, replika menara masjid itu dibuat dari botol bekas air mineral. ”Kami menghabiskan sekitar seribu lebih botol air mineral ukuran 600 ml. botol-botol tersebut ditata teratur mengikuti gesture bulat menara,” ujar Andri J, Chef Hotel @Hom.
Menara masjid itu dipercantik dengan replika bedug berdiameter 1,5 meter, juga dari susunan botol air mineral.
Andri mengaku, membuat replika itu selama seminggu. Untuk kesulitannya, menurut Andri, selain harus mencari ukuran botol yang sama, juga dalam menata secara pas karena harus dipadukan dengan lampu-lampu hias yang mengelilingi bangunan menara dan bedug tersebut. “Kita juga membuat replika hewan mitologi khas Semarang, yakni Warak Ngendok, yang ditempatkan di depan bangunan replika tersebut,” katanya. (aam/aro)