Hukum Puasa Tanpa Makan Sahur

1240

Pertanyaan:

Assalamu’alikum Wr. Wb, Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT. Mohon maaf sebelumnya, sebagai orang awam saya mau bertanya bagaimana hukum nya orang yang melakukan puasa tanpa sahur? Sah apa tidak? Lalu apakah ia boleh tidak berpuasa? Demikian pertanyaan saya, mohan jawaban bapak, Terimakasih. Wassalau’alaikum Wr. Wb
Aziz, Pemalang 085225123xxx

Jawaban:

Wa’alaikum salam Wr. Wb, Bapak Aziz di Pemalang yang saya hormati dan juga dirahmati oleh Allah SWT. Ada satu pernyataan tentang sahur yang banyak tersebar di masyarakat kita. Pernyataan itu orang yang puasa itu wajib sahur, kalau tidak sahur puasanya tidak sah. Ternyata masyarakat banyak yang membenarkan statemen tersebut.
Padahal sahur bukanlah perkara yang wajib bagi seorang yang berpuasa. Untuk itu perlu kita tegaskan dengan setegas-tegasnya dan kita tanamkan dalam diri kita serta masyarakat sekitar, pernyataan bahwa puasa itu wajib sahur dan kalau tidak sahur puasanya tidak sah, adalah pernyataan yang kurang tepat. Sahur hukumnya dianjurkan atau sunnah ketika puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan bahwa diantara syarat sah puasa adalah makan sahur. Karena itu, puasa seseorang tetap sah sekalipun paginya tidak sahur.
Dalil tegas yang menunjukkan hal ini adalah hadis dari ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan: “Suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, dan bertanya, ‘Apakah kalian punya makanan?‘ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian beliau bersabda: “Kalau begitu, saya akan puasa.”. (HR. Muslim 1154, Nasai 2324, Turmudzi 733). Pada hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi istrinya di pagi hari. Beliau menanyakan kepada istrinya, apakah di rumah ada makanan untuk sarapan. Artinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki niat puasa ketika itu. Kemudian ketika Aisyah menjawab bahwa beliau tidak memiliki makanan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan puasa. Ini menunjukkan bahwa pada malam harinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak makan sahur, karena pada malam itu, tidak ada keinginan dari beliau untuk berpuasa. Beliau baru menyatakan berpuasa di pagi harinya.
Dari peristiwa tersebut dapat disimpulkan, bahwa makan sahur saat berpuasa hukumnya bukan wajib, melainkan sunnah. Jadi, bilamana suatu malam kita lupa makan sahur atau tidak ada kesempatan untuk makan sahur, tetaplah berpuasa pada pagi harinya dengan berniat pada malam hari. Karena puasa wajib (puasa ramadhan) wajib hukumnya berniat puasa saat malam hari. Akan tetapi, bila dalam perjalanannya berpuasa ia sakit atau tidak kuat, maka ia boleh untuk membatalkan puasanya, namun ia tetap wajib meng-qadha’ di hari yang lain. Demikian jawaban dari saya, semoga manfaat dan barakah. wallahu a’lam bishshowab.