Harga Barang Elektronik Melambung

197

SEMARANG – Kondisi nilai tukar rupiah terhadap US dollar yang berada di kisaran Rp 12.000 berdampak pada penjualan harga elektronik di dalam negeri. Pasalnya, sekitar 60 persen komponen industri elektronik dalam negeri masih tergantung impor.
Operational Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Ivan Siswanto mengatakan, kondisi tersebut dibebani pula oleh kenaikan TDL (Tarip Dasar Listrik). Untuk itulah, pabrikan elektronik mulai menaikan harga jual produknya ke konsumen. “Kenaikan harga produk elektronik hampir terjadi pada semua merek, dan besarannya masih dikalkulasikan,” katanya, kemarin.
Menurutnya, masalah yang bertubi-tubi yang dihadapi industri elektronik di bulan Ramadan tahun ini memang terasa lebih berat. Kondisi tersebut bahkan mengakibatkan persediaan barang terbatas. “Apalagi menjelang Lebaran transportasi pengiriman barang akan terhenti selama 2 minggu. Untuk itu, bagi konsumen elektronik yang ingin memiliki dan menganti perangkat elektronik terbaru, diharapkan tidak menunggu menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Global Elektronik sendiri, lanjutnya, saat ini masih menerapkan harga lama. Terlebih melalui pameran instire promo yan digelar di toko Global Elektronik masih berlaku harga promo, dimana selisih harga promo dan harga naik nantinya bisa terpaut hingga 20 persen. “Solusinya, jelas beli elektronok sekarang juga. Bisa mengunakan kartu kredit perbankan dengan cicilan 6 bulan 0 persen tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi. Faktanya akan lebih murah dan berhadiah lagi,” jelasnya.
Sementara, dalam rangka menyambut Lebaran, pada 4-25 Juli 2014, manajemen Superstore Global Elektronik menggelar pameran tematik spektakuler HomeTech 2014 ke-19 kalinya. Pameran diadakan di area parkir Jalan Pandanaran 102 (kawasan Simpang Lima) Semarang, dan terbuka untuk umum, mulai pukul 09.30-22.00. “Tahun ini manajemen Superstore Global Elektronik juga akan kembali menggelar MIDNIGHT SALE pada Sabtu, 5 Juli 2014, mulai jam 20.00 sampai 24.00, serentak di 4 toko. Dengan begitu, konsumen tidak perlu terburu-buru salat tarawih,” jelasnya. (aln/jpnn/smu)